Rabu, 19 Februari 2020 04:14

Kebiasaan Baik KH Hasyim Muzadi (11): Suka Memberi Uang, Tapi Menolak Jual Beli Jabatan di NU

Senin, 03 April 2017 14:16 WIB
Kebiasaan Baik KH Hasyim Muzadi (11): Suka Memberi Uang, Tapi Menolak Jual Beli Jabatan di NU

Oleh: M Mas'ud Adnan

Menjelang Muktamar NU ke-33 di Jombang, beberapa ketua PCNU dan PWNU di luar Jawa melaporkan kalau ada salah seorang pejabat yang jadi tim sukses kandidat ketua umum PBNU tertentu minta nomor rekening. Mungkin maksudnya mau mentransfer uang agar ketua PCNU atau PWNU itu memilih kandidat yang ia dukung. Peristiwa itu dilaporkan kepada Kiai Hasyim Muzadi oleh ketua PWNU maupun PCNU yang dimintai nomor rekening itu.

Kiai Hasyim Muzadi langsung gundah dan resah. Kiai muballigh kondang itu gundah bukan karena tak punya uang tapi lantaran budaya sogok-menyogok sudah melanda organisasi keagamaan yang dicintainya. Kiai Hasyim Muzadi menelepon saya dan ngudarasa (curhat).

”Ini gimana Mas’ud. Masak mau menduduki jabatan dengan cara membeli, itu kan jelas dilarang syariat,” katanya prihatin.

”Saya punya uang. Tapi masak mau membeli jabatan. Kan itu jelas tak diperbolehkan secara syariat,” suara beliau terasa berat karena resah dan kecewa.

Beberapa hari kemudian saya bertemu Kiai Hasyim Muzadi dalam suatu acara di sebuah hotel di Surabaya. Seusai acara saya ikut mengantar beliau ke mobilnya. Beliau menuturkan ada seorang ketua PWNU di luar Jawa terang-terangan minta uang dengan nilai sangat besar untuk mengerahkan PCNU-PCNU-nya.

”Saya bilang sampean dukung atau tidak saya tak peduli. Tapi kalau dengan cara seperti itu saya tak mau,” kata Kiai Hasyim Muzadi menuturkan kepada saya sambil masuk mobil alphardnya.

”Saya mau ngasih uang atau transport tapi jangan lalu dijadikan transaksi untuk meraih jabatan,” tegasnya.

Karena Kiai Hasyim Muzadi dalam sehari-harinya sudah terbiasa memberi uang kepada siapa saja, terutama kader NU yang sowan ke kediamannya.

Akhirnya, ketua PWNU yang sebelumnya sering datang ke Pondok Pesantren Al-Hikam Depok Jawa Barat itu memang keluar barisan dari kelompok Kiai Hasyim Muzadi. Dalam Muktamar NU di Jombang ia memilih bergabung dengan kelompok lain.

Kiai Hasyim Muzadi terkenal sebagai kiai dermawan. Beliau sering memberi uang kepada kader-kader NU tanpa minta imbalan atau tanpa kepentingan. Bahkan Kiai Hasyim Muzadi ikhlas membiayai kader-kader NU yang jadi calon anggota DPR atau DPRD jika yang bersangkutan tak punya dana. Tapi untuk meraih jabatan – apalagi di NU – Kiai Hasyim Muzadi selalu pakai parameter fiqh atau hukum Islam. Artinya, kalau prosedurnya tak sesuai syariat atau fiqh Kiai Hasyim Muzadi selalu menolak memberi uang. (m mas’ud adnan/bersambung)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 29 Januari 2020 22:31 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Mendengar kata Gunung Kelud, orang pasti membayangkan kedahsyatan letusannya. Sekali meletus, abu Gunung Kelud bisa menghentikan operasional beberapa bandara. Bahkan, bandara di Yogya pun harus berhenti beroperasi ketika Gu...
Senin, 17 Februari 2020 20:01 WIB
Oleh: M Mas’ud AdnanGus Sholah. Panggilan yang enak didengar. Sekaligus menyejukkan. Siapa pun yang pernah bertemu, berbincang – apalagi akrab. Pasti terkesan: santun, tawaddlu’, sederhana, egaliter dan moderat. Moderat sesungguhnya. Bukan ...
Senin, 10 Februari 2020 11:55 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*81. Waqul jaa-a alhaqqu wazahaqa albaathilu inna albaathila kaana zahuuqanDan katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap.TAFSIR AKTUALTidak sama an...
Rabu, 29 Januari 2020 10:58 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...