Zaskia Gotik
Semua aparat hukum hanya mencep dan memaklumi, hanya dianggap candaan murni, tidak ada unsur kesengajaan, lalu diamini oleh DPR RI setelah Zaskia Gotik sowan. Lebih bejat lagi, di luar dugaan otak waras dan jangkauan akal sehat, pedangdut erotis, yang notabenenya tidak banyak tahu soal pancasila, bahkan menghina Pancasila itu dinobatkan sebagai Duta Pancasila. Spesial perkoro pancasila ini, menurut penguasa negeri ini, ternyata Zaskia Gotik lebih terhormat ketimbang Habib Rizieq.
Meski tak sama, gayanya serupa dengan zaman jahiliah dulu. Abu Jahal - misalnya - sebagai penguasa selalu membiarkan siapa saja yang menyakiti nabi dan para sahabat. Bahkan dipuji dan disanjung. Pemuda yang meludahi nabi, mereka yang menaruh duri di jalan di mana Nabi lewat di situ, penyair yang pencibir al-Qur'an, pendeta yang merendahkan firman Tuhan sebagai dongeng kuno mendapat pujian. Sementara sahabat yang beriman dianggap rendahan, memecah belah kesatuan bangsa arab, menodai agama nenek moyang dan lain-lain. Lalu disiksa dan dihabisi.
Lihat si Fahmi, pembawa bendera merah putih yang ditulisi arab ketika demo. Sempat mendekam di kantor polisi setelah ditangkap di rumahnya dalam penggerebekan mencekam kayak menangkap bandar narkoba. Salut, pak polisi melaksanakan tugas sesuai undang-undang. Betul, menang ada undang-undangnya, di mana sang saka Merah Putih harus bersih dari coretan apapun.
Yang jadi pertanyaan, kok kasep baru kali ini ditindak. Beberapa demo kemarin-kemarin tak terhitung banyaknya bendera merah putih jibrat tulisan dan gambar. Sebuah stasiun televisi menayangkan sekian banyak hal itu terjadi, tapi polisi diam saja. Apapun dalihnya, ketika Merah putih dicoreti dengan tulisan apa saja, dibubuhi gambar apa saja, nyatanya polisi membisu dan tidak pernah memasalahkan.
Begitu ada tulisan arab, La ilah illa Allah Muhammad Rasulullah, polisi langsung bertindak, mengusut, menangkap dan menahan. Seperti biasanya, polisi pasti punya alasan pembenar panjang lebar, silakan. Tapi rakyat juga punya rasa, punya hati untuk menilai. Gimana, apa ada miripnya antara tindakan polisi sekarang dengan zaman kafir jahiliah dulu?.
Dari segi alerginya terhadap islam militan, mungkin. Baca sikap Abu Jahal terhadap para sahabat pemeluk islam, seperti dikisahkan pada latar belakang ayat studi ini. Maunya Abu Jahal, tidak boleh ada islam, titik. Jika terpaksa harus ada, ya muslim yang ngalah, lemah, diam saja dan tetap diam meski diinjak-injak.
Begitu halnya nonmuslim dari kalangan pendeta, Yahudi dan Nasrani. Di luar, memang tidak terlihat provokasi mereka di hadapan publik, tapi di dalam gereja mereka aktif menghasut penduduk Makkah dengan menuduh nabi Muhammad SAW sebagai penyihir dan pembohong besar. "sahir kazzab". Kemudian diikuti oleh tokoh setempat, seperti al-Walid ibn al-Mughirah, Abu Sufyan, Nadr ibn Haris, Uqbah ibn Abi Mu'aith, tidak ketinggalan paman Nabi sendiri, Abu Lahab Abd al-Uzza ibn Abd al-Muttalib.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




