Menpora Ingin Kampung Pesilat Madiun jadi Destinasi Wisata

Menpora Ingin Kampung Pesilat Madiun jadi Destinasi Wisata

Berangkat dari itu, lanjut , ketika Jepang dan China ingin ekspansi untuk memasarkan produk-produknya, tidak hanya dengan perdagangan yang wajar dan dengan komunikasi bilateral antar negara dan swasta, tetapi ekspansinya lewat olahraga yang dimiliki oleh mereka. Karena itu, Indonesia harus lebih dikuatkan lagi. Bawah adalah sebuah komitmen besar dari pemerintah dan masyarakat Indonesia untuk dikembangkan tidak hanya sebagai olahraga prestasi tapi menjadi industri.

"Pencak silat adalah industri besar. Tentu di semua daerah ada tapi sepengetahuan saya Madiun layak sebagai kampung silat dunia. Karena Madiun mempunyai sejarah yang begitu panjang dengan tragedi-tragedi masa lalu tapi juga punya banyak cerita bagaimana yang ada di Madiun. Semua mengenal bahwa silat ada di Madiun. Kalau ini kita dorong bersama-sama dengan menteri perindustrian menjadikan sebagai induatri baru dan juga mengembangkan sebagai bagian industri olahraga nasional," ucapnya.

menyampaikan, kampung silat dunia yang ada di Madiun betul-betul berangkat dari niat yang tulus untuk masa depan bangsa dan untuk generasi setelah kita.

"Silat bukan tempat untuk bertarung dan berkonflik,  tapi silat adalah tempat untuk mempersatukan dan sekaligus mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia," tutupnya.

Di Madiun sendiri ada sebelas perguruan antara lain Persaudaraan Setia Hati Terate, Persuadaraan Setia Hati Tunas Muda Winongo, Persaudaraan Setia Hati Tuhu Tekad, IKS Kera Sakti, Ki Ageng Pandan Alas, Tapak Suci, Pro Patria, Persinas ASAD, Merpati Putih, Pagar Nusa dan Cempaka Putih. Di akhir acara disuguhkan atraksi dari 11 perguruan silat. (hen/rd)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Cari Bibit Atlet dan Tingkatkan Imunitas Warga Surabaya, Merpati Putih Buka Kolat Umum di Mal Sutos':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO