Rekanan di Gresik Ramai-ramai Tagih Janji Pembayaran Proyek di APBD 2016

Rekanan di Gresik Ramai-ramai Tagih Janji Pembayaran Proyek di APBD 2016 Proyek box culvert di jalan Panglima Sudirman, salah satu proyek yang dikerjakan di tahun APBD 2016. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Para rekanan di Kabupaten Gresik meradang. Sebab tagihan proyek fisik yang telah rampung dikerjakan oleh rekanan di tahun APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) 2016, hingga saat ini belum dibayar.

Bahkan, beberapa rekanan mengaku berhutang ke bank untuk membiayai proyek tersebut terlebih dahulu, yang membuat mereka harus membayar bunga pinjaman setiap bulan.

"Kemarin saya dan sejumlah rekanan datang ke Pak Bupati, mempertanyakan pencairan proyek dari APBD 2016," kata Ruli, salah satu rekanan yang anggaran proyeknya juga belum cair, kepada BANGSAONLINE.com, kemarin.

Berdasarkan info yang dihimpun dari DPU TR, proyek fisik dari APBD 2016 yang hingga kini masih terhutang totalnya sangat fantastis, mencapai Rp 68 miliar lebih. Diketahui, belum terbayarnya beberapa proyek itu karena anggarannya tidak ada.

Proyek tersebut akhirnya diputuskan dibayar dengan APBD 2017. Konsekuensinya, sejumah anggaran proyek harus dipangkas. Bahkan, ada anggaran proyek tertentu yang didrop total, seperti proyek pembangunan wisata religi Alun-Alun Gresik sebesar Rp 20 miliar.

Selain itu, proyek pembangunan gedung baru DPRD Gresik tahap awal yang dialokasikan kisaran Rp 14 miliar, terpaksa juga harus didrop untuk menutupi hutang proyek di tahun 2016 yang belum terbayar.

Selain itu, anggaran proyek normalisasi Kali Lamong yang dialokasikan Rp 40 miliar terpaksa dikepras hingga tinggal Rp 15 miliar.

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO