Agustin Poliana
Komisi akan memanggil Dinas Pendidikan untuk menjelaskan berapa banyak siswa miskin yang ada di SMA/SMK, Kamis (9/3) mendatang. Selama ini proses pendataan berlangsung mulai dari RT/RW diajukan ke Kelurahan, kemudian ke Kecamatan dan Dinas Pendidikan. Dari dinas terkait disampaikan ke wali kota.
“Perkiraan kita jumlah siswa miskin sekitar 20 ribuan,” ujar perempuan yang akrab disapa Titin ini.
Agustin menambahkan, mengenai sumbangan pendidikan yang diberikan ke masing-masing siswa, besarannya untuk siswa SMA/SMK Rp 150 ribu, meski gubernur telah menetapkan SPP sekitar Rp 135 ribu. Sedangkan untuk SMK Rp 175 – 215 ribu. Pemberian bantuan tersebut dilakukan melalui belanja langsung.
“Kalau hibah kan cuma satu kali, kalau belanja langsung bisa tiap tahun,” tuturnya.
Ketua Komisi D mengakui selama ini, para siswa miskin telah membayar SPP sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan dalam Surat Edaran Gubernur Jawa Timur. Namun, apabila bantuan tersebut sudh diberikan, SPP yang sudah dibayarkan akan dikembalikan ke siswa. (lan/ros)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




