Selain itu, pembangunan Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) tahap I dan tahap II, Bendung Gerak Sembayat (BGS), Sarana Olahraga Kanjeng Kromo Wijoyo di Sidayu, pembangunan Bandara Harun Thohir Bawean, pembangunan Rumah Sakit type D di Bawean serta jalan lingkar Bawean sejauh 53 kilometer.
"Semua yang dibangun dan kita adakan pada beberapa tahun terakhir ini dipersembahkan untuk kesejahteraan masyarakat masyarakat Gresik. Kalaupun dari upaya pembangunan yang saya laksanakan ini mendapat apresiasi berupa penghargaan, maka itu sesuatu yang wajar. Tapi tujuan kami tetap yaitu kesejahteraan masyarakat yang kami utamakan," paparnya.
Selama pemerintahannya di periode II ini, yaitu selama tahun 2016 hingga Februari 2017, tercatat sudah 18 prestasi ditorehkan oleh Bupati. Dia mengaku prestasi ini dicapai berkat dukungan semua pihak, seluruh unit kerja, Forkopimda, masyarakat dan stakeholder pemerintah lainnya.
Ke depannya, kata dia, masih ada satu keinginan, yaitu mewujudkan kawasan Religi di Kabupaten Gresik.
"Kami berkeinginan membangun kawasan religi berupa kawasan Islamic Center di empat wilayah eks pembantu bupati. Di tahun 2018, kami berharap dapat terealisasi," harapnya.
Sementara Sekretaris Peringatan HUT Pemkab Gresik ke 43 dan Hari Jadi Kota Gresik 530 tahun 2017, Suyono menyatakan, tema peringatan kali ini ‘Dengan Semangat HUT Pemerintah Kabupaten Gresik ke-43 dan Hari Jadi Kota Gresik ke-530, Kita Wujudkan Kebersamaan, Kerja Keras, Kejujuran, Kesabaran dan Keikhlasan Untuk Gresik Bisa Semakin Baik’.
"Melalui tema tersebut, kami berharap agar peringatan HUT ini dijadikan sebagai momentum untuk melakukan renungan dan meningkatkan kualitas capaian, terutama dalam peningkatan kinerja para Pegawai Negeri Sipil (PNS) sesuai dengan kewajibannya menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku, terutama dalam mewujudkan pelayanan kepada msayarakat agar semakin sejahtera," pungkasnya. (hud/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




