Selasa, 15 Juni 2021 20:50

Tafsir An-Nahl 106: Catatan Buat Para Gusdurian

Sabtu, 25 Februari 2017 23:33 WIB
Tafsir An-Nahl 106: Catatan Buat Para Gusdurian
Ilustrasi. foto: seputar sulawesi

Oleh: Dr. KHA Musta'in Syafi'ie MAg. . .   

BANGSAONLINE.com - Man kafara biallaahi min ba’di iimaanihi illaa man ukriha waqalbuhu muthma-innun bial-iimaani walaakin man syaraha bialkufri shadran fa’alayhim ghadhabun mina allaahi walahum ‘adzaabun ‘azhiimun (106).

Latar belakang turunya ayat studi ini (106) sungguh nyata, tak terbantah. Betapa wong kafir Makkah sangat kejam terhadap orang-orang islam. Begitulah bila para kafir berkuasa. Masa awal islam menunjukkan demikian dan ayat studi ini mengabadikan.

Adalah Sumaiyah, istri Yasir, wanita teguh iman dan pemberani. Keteguhannya membuat Abu Jahal sangat marah dan langsung mengambil tumbak. Vagina Sumaiyah ditusuk dengan tumbak, terus dan terus ditusuk hingga tembus tenggorokan (al-Qurthuby: X/181). Berteriak "Allah, Allah", Sumaiyah dinobatkan sebagai wanita pertama yang mati syahid membela agama.

BACA JUGA : 

Tafsir Al-Kahfi 65: Khidir A.S., Nabinya Komunitas Green Peace

Tafsir Al-Kahfi 61-64: Guru Mendatangi Murid atau Murid Mendatangi Guru

Tafsir Al-Kahfi 61-64: Andai Android Zaman Musa A.S.

Tafsir Al-Kahfi 60: Kecongkakan Nabi Musa A.S.

Sedangkan syahid dari kaum laki-laki adalah Mihja', budak milik Umar ibn al-Khattab. Kawan Mihja' yang disiksa parah adalah Bilal, Ammar, Yasir, Shuhaib, Khabbab dll. Mereka bukan penjahat. Hanya karena beriman kepada Allah SWT dan beda keyakinan dengan mereka, para nonmuslim kalap dan tega.

Nabi mengerti, tapi tak bisa berbuat banyak. Nabi mendoakan dan memberi semangat agar tetap iman serta menjanjikan surga bagi keluarga Yasir. "Shabra ala Yasir, fa inn mau'idakum al-jannah". Di sini, harus dibedakan antara kemampuan dengan prinsip. Memang hanya sebegitu kemampuan yang diliki Nabi saat itu, yakni menyemangati, berdoa, bernegosiasi dengan musuh termasuk membeli budak muslim dari majikan kafir dengan uang sendiri.

Sama sekali Nabi tidak pernah bertoleransi terhadap kejahatan wong kafir dan tidak pula pernah berteman setia, apalagi berbaik-baikan. Ketika seorang sahabat bentrok dengan wong kafir, maka sikap Nabi seperti menyikapi anak sendiri yang bentrok dengan anak tetangga. Apa?.

Yaitu mengelus kepala anak sendiri, mungkin menjewer kupingnya, menasehati dan mendewasakan. Sementara terhadap anak tetangga yang brutal itu tetap bersikap mawas dan bijak. Bukan menjewer anak sendiri, seraya membiarkan anak tetangga terus memukuli seenaknya. Itu orang tua bejat. Itu juga bukan toleransi, tapi bunuh diri atas nama toleransi.

Toleransi, "tasamuh" sungguh ideom indah penuh rahmah. Tapi di negeri ini, praktiknya cenderung pembiaran tanpa batasan. Dan Gus Dur tidak demikian. Maka jangan gegabah merujuk Gus Dur sebagai dalil menyikapi problem hari ini. Eranya beda. Meski nampak "menjewer" umat sendiri, tapi Gus Dur punya kekuatan dan nilai nego yang tinggi kepada tetangga. Inilah yang tidak dilihat oleh para pembebek Gus Dur. Ketahuilah, orang yang paling dibenci Gus Dur adalah orang yang membebek kepada Gus Dur tanpa melengkapi diri seperti Gus Dur. Rahmatullah 'ala Gus Dur. 

Demam Euro 2021, Warga Desa di Pasuruan Ini Kibarkan Ratusan Bendera Ukuran Raksasa
Senin, 14 Juni 2021 23:58 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Euforia sepak bola Piala Eropa atau Euro tahun 2021 menggema di seluruh penjuru dunia, tak terkecuali di tanah air. Warga pesisir di Kabupaten Pasuruan misalnya, mereka ikut memeriahkan perhelatan Euro 2021 dengan mema...
Jumat, 04 Juni 2021 10:27 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Bukit Kehi, destinasi wisata yang satu ini berada di Kota Pamekasan. Bukit Kehi menawarkan pemandangan daerah pegunungan yang hijau mempesona. Pengunjung bahkan bisa berenang di sejuknya hawa pegunungan di pulau gar...
Selasa, 15 Juni 2021 06:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com-RUU Pajak makin ramai dan kontroversial. Tapi suara fraksi-fraksi di DPR kali ini menolak. Alias tak mendukung rencana pemerintah.Apa benar ini karena Pilpres sudah dekat? Atau karena para pimpinan parpol belum dipanggil pr...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 12 Juni 2021 09:55 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...