Rabu, 28 Juli 2021 21:52

Temui MUI, Kapolres Gresik Ungkap Alasan Pendataan Kiai: Biar Tidak Kebingungan Alamat

Selasa, 07 Februari 2017 18:31 WIB
Temui MUI, Kapolres Gresik Ungkap Alasan Pendataan Kiai: Biar Tidak Kebingungan Alamat
MUI Kabupaten Gresik saat menjamu Kapolres dan Dandim 0817 Gresik di kantor MUI komplek MAG. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Kapolres Gresik AKBP Boro Windu Danandito bersama Dandim 0817 Gresik Letkol Widodo Pudjianto menemui MUI (Majelis Ulama Indonesia) di komplek MAG (Masjid Agung Gresik), Selasa (7/2). Pertemuan ini digelar untuk menjawab keresahan para kiai di Kabupaten Gresik terkait pendataan yang dilakukan oleh Polres Gresik beserta jajaran.

Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah petinggi dan pengurus MUI Kabupaten Gresik. Di antaranya, Dewan Penasehat MUI KH. Nur Muhammad, Ketua MUI Kabupaten Gresik KH. Mansoer Shodiq, Ketua FKUB KH. Afif Ma'sum, Sekretaris MUI Abdul Munif, KH. Ainur Rofiq, perwakilan PD Muhamadiyah Taufiqullah Ahmadi, pengurus MUI Dr. Abdul Kholiq, Ketua Muslimat Nafiatus Sa'adah dan sejumlah kiai serta tokoh lain di Kabupaten Gresik.

"MUI mengakui pendataan kiai menimbulkan keresahan dan kegelisahan luar biasa. Kemudian, lalu disusul adanya sertifikasi," kata Ketua MUI Kabupaten Gresik KH. Mansoer Shodiq dalam pertemuan tersebut.

Tidak hanya di Gresik, namun keresahan juga terjadi di wilayah lain, seperti di Jombang dan Madura.

BACA JUGA : 

Gandeng Kalangan Aktivis, Polres Gresik Sukseskan Program Vaksinasi Covid-19 untuk Semua

Gelar Patroli Skala Besar, Kapolres Gresik Bagikan Bansos Malam Hari pada Warga Kurang Beruntung

Aniaya Pengunggah Lomba Burung Berkicau Berujung Pembubaran, Pasutri di Gresik Dibekuk Polisi

Polres Gresik Hentikan Penambangan Galian C di Desa Jatirembe dan Jatiroboh Benjeng, Diduga Ilegal

Apalagi, pendataan tersebut bersamaan dengan mencuatnya polemik yang terjadi antara Gubernur DKI (nonaktif) Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan Ketua MUI Pusat KH. Ma'ruf Amin yang juga Rais Am PBNU dalam sidang kasus penistaan agama.

"Di pusat seperti itu, sehingga kegelisahan merembet ke daerah," ungkapnya.

Untuk meredakan keresahan tersebut, Taufiqullah Ahmadi, perwakilan dari PD Muhamadiyah menyarankan agar pendataan tidak langsung dilakukan ke pesantren-pesantren, melainkan diarahkan ke melalui MUI.

BERITA TERKAIT:

Sementara Dr. Abdul Kholiq, mengungkapkan pasca adanya pendataan tersebut, muncul dugaan di masyarakat bahwa kiai dan ulama akan dijadikan alat kekuasan Polri seperti tahun 1977 dan 1978. Hal inilah yang membuat keresahan di kalangan ulama dan kiai.

"Jangan sampai para kiai, para ulama dikriminalisasi untuk dijadikan alat kekuasaan, baik Polri maupun TNI. Kalau memang ingin pendataan kan cukup datang, silaturahmi lalu ngobrol. Ngapain pakai pendataan," cetusnya.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Gresik AKBP Boro Windu Danandito menyatakan jika pendataan kiai untuk menjalin silaturahim antara aparat kepolisian dengan kiai dan ulama.

"Pendataan itu bisa dikatakan sebagai jembatan. Sehingga, kalau nanti ada Pak Kapolda atau pimpinan yang mau berkunjung ke kiai tersebut sudah tidak kebingungan alamat kiai yang dituju," dalih mantan Kapolres Mojokerto ini.

Menurut dia, keresahan yang ditimbulkan dari pendataan ini merupakan akibat adanya program yang tidak jalan. "Ada yang miss. Karena itu, kami akan lakukan perbaikan. Pendataan kiai akan terus dilanjutkan. Cuma teknisnya nanti berubah. Nanti yang datang ke kiai langsung Kapolres atau Kapolsek, bukan anggota," pungkasnya.

Sementara Dandim 0817 Gresik Letkol (Arm) Widodo Pudjianto mengimbau agar masyarakat segera melapor jika terjadi permasalahan, khususnya soal TNI. "Kami siap menerima masukan dan kalau ada apa-apa soal TNI tolong langsung disampaikan," katanya. (hud/rev)

Warga Sambisari dan Manukan Kulon Menolak Sekolah Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Corona
Senin, 26 Juli 2021 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Korban Covid-19 yang terus berjatuhan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperluas tempat isolasi pasien yang sedang terpapar virus corona. Berbagai fasilitas gedung – termasuk sekolah – direncana...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...