Senin, 18 Januari 2021 14:04

Prabowo: Anak Proklamator Kok Dituduh Makar, Bangsa Asing Anggap Rakyat Indonesia Bodoh

Minggu, 08 Januari 2017 23:27 WIB
Prabowo: Anak Proklamator Kok Dituduh Makar, Bangsa Asing Anggap Rakyat Indonesia Bodoh
Prabowo Subianto.

JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto hadir dalam rapat besar kader Partai Gerindra. Dalam sambutannya, Prabowo menyinggung soal kasus dugaan makar yang menjerat putri Presiden Soekarno, Rachmawati Soekarnoputri.

Prabowo mengaku tidak yakin Rachmawati ingin menggulingkan pemerintahan yang sah. Terlebih dengan status Rachmawati yang adalah putri sang Proklamator.

"Ibu Rachmawati hadir, dituduh makar. Saya kira, kok anak Proklamator dituduh makar?" kata Prabowo saat memberi sambutan di JIExpo Hall D2, Kemayoran, Jakarta, dikutip dari Merdeka.com Minggu (8/1).

Kendati demikian, Prabowo menyerahkan semua proses hukum yang berjalan. Dia meminta Rachmawati mengikuti proses hukum dengan baik. "Tapi kita ikuti proses dengan baik," ujar dia.

Pada kesempatan itu, Prabowo juga mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh kader Partai Gerindra yang masih terus berjuang bersama partai. Khususnya kepada kader yang berjuang sejak Partai Gerindra berdiri.

"Saudara, terima kasih undangan dari Taufik, Anda sudah sangat keras bekerja membesarkan (partai) dalam 8 tahun, dari nol sampai menjadi partai yang disegani dan diharapkan rakyat," ujar Prabowo.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyebut kondisi rakyat Indonesia saat ini dalam keadaan sulit. Apalagi bangsa asing kerap menghina dan menganggap bangsa Indonesia bisa dibodoh-bodohi.

Tak hanya menghina rakyat, dikatakan Prabowo bangsa asing juga tak segan menghina para pemimpin di Indonesia. Menurutnya, bangsa asing menganggap pemimpin di Indonesia bisa dibohongi dan dibeli.

"Rakyat kita, rakyat Indonesia dianggap bodoh, dianggap bisa dibohongi. Bangsa Indonesia, termasuk tidak hanya rakyatnya tetapi pemimpinnya. Pemimpin-pemimpin Indonesia dianggap, dinilai bisa dibeli saudara sekalian," kata Prabowo.

Oleh karena itu, Prabowo meminta rakyat sekaligus para kader berjuang keras mengembalikan harga diri bangsa Indonesia yang diinjak-injak oleh bangsa asing. "Tapi saya tidak mengajak makar loh, enggak boleh makar," ujar dia.

Prabowo menegaskan perjuangan Partai Gerindra selalu di atas Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Dikatakannya Gerindra tidak akan pernah setuju bangsa asing mencampuri apalagi mengakali UUD 1945.

"Gerindra selalu berjuang di atas UUD 45, tapi bukan UUD yang diakal-akalin oleh bangsa lain," pungkas Prabowo. (Merdeka.com)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Minggu, 17 Januari 2021 10:07 WIB
Oleh: M. Aminuddin --- Peneliti Senior Institute for Strategic and Development Studies (ISDS)--- Di awal tahun 2021 ini Kemendikbud telah merelease tekadnya untuk melanjutkan apa yang disebutnya sebagai transformasi pendidikan dan pemaju...
Sabtu, 16 Januari 2021 19:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*50. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa kaana mina aljinni fafasaqa ‘an amri rabbihi afatattakhidzuunahu wadzurriyyatahu awliyaa-a min duunii wahum lakum ‘aduwwun bi/sa lil...
Sabtu, 26 Desember 2020 12:03 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...