BLH Bojonegoro Semprot EMCL, Sebut Tak Pernah Laporkan Aktivitas Produksi

BLH Bojonegoro Semprot EMCL, Sebut Tak Pernah Laporkan Aktivitas Produksi Cerobong migas Blok Cepu di Kecamatan Gayam, Bojonegoro.

Dengan adanya kebocoran ini pihaknya akan menagih kepada kesepakatan yang sudah disepakati bersama sebelumnya. Kesepakatan itu yakni, harus menyiapkan tenaga medis bagi warga yang terdampak kebocoran gas. "Sudah dibuktikan dengan melarikan korban ke PKU setempat," terangnya.

Pihaknya berharap kepada perusahaan asal Amerika Serikat itu agar segera memasang early warning system dan penunjuk arah mata angin. "Early warning system ini dipasang di luar, sehingga jika ada kebocoran masyarakat tahu dan ada tindakan (menyelamatkan diri)," pungkasnya.

Sebelumnya, diduga karena menghirup bau gas Hidrogen Sulfida (H2S), dari proyek migas Lapangan Banyu Urip Blok Cepu, di Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Bojonegoro, sebanyak tujuh orang mengalami mual dan pingsan. Diduga mereka mengalami keracunan setelah menghirup bau gas H2S tersebut.

Menurut dr. Anggraini, petugas Puskesmas Kecamatan Kalitidu, ketujuh korban positif mengalami keracunan gas H2S. Para korban masih menjalani perawatan intensif. Sebeb, mereka mengalami mual dan pingsan.

"H2S adalah gas yang tidak berwarna. Mengandung racun, mudah terbakar dan berbau seperti telur busuk," jelasnya, kemarin.

Ketujuh korban tersebut antara lain, Nyamikarin (29), Nurul Sofiana (23), Muflifatul Nikmah (20), Warsiti (45), Samini (42), Siti Sulaimah (40), Yatmi (40). Ketujuh korban merupakan warga ring 1, proyek migas yang dioperatori . (nur/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO