Tumpukan sampah di saluran air yang dibuang warga. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE
Sementara Sekretaris DPU Pemkab Gresik, Ida Lailatus Sa'diyah menyatakan, banjir yang melanda kota Gresik beberapa hari terakhir ini disebabkan beberapa faktor. Di antaranya, adanya sejumlah rekanan yang tidak mau membersihkan saluran setelah pengerjaan selesai.
"Kami akui masih banyak rekanan yang tak mau bersihkan kegiatannya setelah rampung, sehingga air mampet tidak bisa masuk saluran, sehingga banjir," katanya, Senin (25/11) lalu.
Selain itu, pola masyarakat yang tidak baik dalam membuang sampah juga menjadi faktor. Mereka masih membiasakan membuang sampah di saluran air. "Mereka membuang kasur, sampah dan lainnya di saluran air. Sehingga, air tak bisa mengalir," ungkapnya.
Karena itu, Ida meminta kepada masyarakat agar tidak membiasakan membuang sampah di tempat-tempat saluran air. Ida menyatakan, bahwa DPU memiliki tim khusus untuk penangan banjir kota Gresik. DPU memiliki tim drainase yang berjumlah 80 orang. "Tim ini turun setiap musim hujan untuk memantau titik-titik saluran air yang tersumbat," terangnya.
Ditambahkn Ida, DPU terus melakukan upaya untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak membuang sampah di saluran. "Kami sering kumpul dengan masyarakat untuk membicarakan soal menjaga kebersihan kota Gresik. Dan warga banyak yang mendukung," pungkasnya. (hud/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




