DPRD Gresik Minta Pemkab Tak Gampang Toleransi Proyek Molor

DPRD Gresik Minta Pemkab Tak Gampang Toleransi Proyek Molor Proyek rehab gedung kantor Pemkab Gresik yang hingga kini masih dalam masa pekerjaan. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE

Lanjut Hamid, pihaknya sudah pernah melakukan langkah antisipatif untuk mencegah proyek molor saat tutup tahun APBD. Pada saat Sekda Gresik masih dijabat Moh. Najib, DPRD Gresik meminta agar pengadaan proyek dilakukan lebih awal. Sehingga, SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) yang memiliki proyek teknis bisa membuat perencanaan proyek lebih awal.

"Harapan kami waktu proyek dikerjakan cepat, cermat dan tepat waktu," terangnya.

Namun faktanya, upaya baik seperti itu tidak bisa berjalan lama. Tradisi proyek yang belum rampung hingga jelang bahkan hingga tutup APBD kembali terulang.

Hingga saat ini, di lingkup Pemkab Gresik masih banyak proyek dari hasil lelang yang nilainya ratusan juta (di atas Rp 200 juta) hingga miliaran belum rampung dikerjakan.

Proyek itu di antaranya renovasi wajah kantor Pemkab Gresik di Jalan Dr. Wahidin SH, pembangunan box culvert di sepanjang jalan dr. Soetomo Kecamatan Gresik, box culvert di jalan Raden Santri, box culvert di barat Hotel Saptanawa dan box culvert di sepanjang jalan Panglima Sudirman Kecamatan Gresik.

Proyek-proyek tersebut progresnya ada yang baru dikerjakan 50 persen bahkan ada yang di bawah 50 persen. Padahal pencairan anggaran kegiatan dari APBD 2016 merujuk ketentuan yang ada maksimal hanya bisa dilakukan hingga pertengahan Desember 2016.(hud/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO