JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Hasil survei dari Lembaga Survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (Kedai Kopi) menyatakan Presiden Joko Widodo tidak netral dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta. Jokowi dinilai berpihak pada salah satu calon.
Saat itu responden diberi pertanyaan, 'apakah Presiden Jokowi memihak salah satu calon?' Dari 694 responden sebanyak 52 persen menilai Presiden Jokowi memihak salah satu cagub Pilgub DKI. Sebanyak 27,8 persen menjawab tidak dan 20,20 persen menjawab tidak tahu.
BACA JUGA:
- Politikus PKS Suswono Dianggap Hina Nabi, Yenny Wahid: Rasulullah Bukan Pengangguran
- Cawe-Cawe Jokowi Jilid II, Disebut Jegal Anies dalam Pilgub DKI 2024
- Kehilangan 9 Kursi DPRD DKI Gegara Musuhi Anies, PDIP Bakal Dukung Anies dalam Pilgub DKI?
- Wacana Reshuffle Menguat, MA Dinilai Layak Masuk Kabinet, Risma Lebih Pas Maju Pilgub DKI
"52 Persen responden menilai Presiden Jokowi tidak netral," kata Founder Lembaga Survei Kedai Kopi, Hendri Satrio di Kedai Dua Nyonya, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (30/10).
"Namun tidak diketahui ke mana arah ketidaknetralan Presiden Jokowi. Ini tentu menjadi PR buat Pak Johan Budi sebagai juru bicara Presiden," kata Hendri.
Begitu juga dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla, responden menilai JK tak netral dalam Pilgub DKI Jakarta. Sebanyak 41,4 persen menilai Wapres JK juga tak netral.
"Sebanyak 41,4 persen menjawab JK juga tidak netral dalam Pilgub DKI, 33,1 menjawab JK netral dan 25,5 persen tidak tahu apakah JK netral atau berpihak," tuturnya.
Untuk diketahui, survei menggunakan metode multistage random sampling dengan margin error 4 persen. Ada sebanyak 694 responden dari 78 kelurahan di 6 wilayah DKI Jakarta. Survei ini dilakukan sejak 19-24 Oktober.
Selain menilai sikap Jokowi dalam Pilgub DKI Jakarta, Survei Kedai Kopi juga menyoroti soal elektabilitas masing-masing pasangan calon gubernur dan wakil gubernur.
Dari survei yang dilakukan, elektabilitas calon gubernur Basuki T Purnama (Ahok) turun hingga 27,5 persen. Sementara elektabilitas Anies Baswedan 23,9 persen dan Agus Harimurti Yudhoyono 21 persen.
Survei bertajuk 'Survei Opini Publik Kata Publik tentang Cagub dan Cawagub Jakarta' dilakukan 19-24 Oktober 2016. Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan margin error 4. Ada sebanyak 694 responden dari 78 kelurahan di 6 wilayah DKI Jakarta.
"Elektabilitas petahana memang turun hingga di bawah 30 persen. Namun, angka ini tidak pindah ke dua paslon lain, tetapi berpindah ke swing voters menjadi 27,5 persen," kata Hendri Satrio.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




