Petani mencabuti jagung yang terendam air untuk dijadikan pakan ternak. foto: SUWANDI/ BANGSAONLINE
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Sekitar 85 hektar lebih tanaman jagung milik petani di Desa Sumber, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban terendam air. Akibatnya, musim ini para petani di desa itu terancam gagal panen lantaran jagung menjadi busuk.
Informasi di lapangan, tanaman jagung tersebut terendam karena intensitas hujan yang tinggi beberapa hari terakhir ini.
BACA JUGA:
- Hadiri Panen Raya di Tuban, Presiden Prabowo Dicurhati Petani: Butuh Irigasi hingga Alat Pascapanen
- Pimpin Panen Raya Jagung 1,23 Juta Ton Serentak di Tuban, Presiden Prabowo Coba Combine Harvester
- Panen Raya Jagung di Tuban, Presiden Prabowo Puji Inovasi Pangan yang Dilakukan Polri
- Harga Pupuk Subsidi Turun, Ketua DPRD Tuban Minta Kios dan PPTS Pasang Daftar Harga
“Rata-rata kerugian petani dalam setiap hektarnya mencapai 10 sampai 12 juta,” papar Plt Kepala Desa Sumber, Zainul Arifin, Jumat (14/10). “Bila ditotal kerugiannya mencapai ratusan juta rupiah,” sambungnya.
Kata dia, saat ini pihak desa sudah melaporkan pada kecamatan dan Dinas Pertanian Kabupaten Tuban.
Sedangkan, petani yang tanamannya terendam air saat ini hanya pasrah sambil menunggu cuaca cerah dan air surut. Zainul berharap ada bantuan dari pemerintah untuk petani.
"Minimal ada bantuan berupa bibit maupun dana tanam ulang bagi petani di Desa Sumber. Semoga pemerintah segera turun tangan membantu para petani," harapnya.
Sementara Plt Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Tuban, Mustarikah belum memberikan komentar terkait kondisi itu. Saat dihubungi melalui ponselnya, ia tidak menjawab. Begitu pula ketika dikirim pesan pendek yang bersangkuta juga belum ada membalas. (wan/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




