Namun, lanjutnya, jika investor nakal dan bermasalah, tugas Pemerintah Daerah juga harus memberikan pendampingan dan perlindungan pada warganya. Itu harus dilakukan demi cita-cita mewujudkan iklim investasi yang kondusif di Banyuwangi.
“Dan pengangguran memang harus dikurangi dengan adanya investasi, karena dengan banyaknya pengangguran, Banyuwangi bisa menjadi tidak aman serta angka perceraian juga akan meningkat, ini kepentingan besar yang harus dipahami masyarakat termasuk mahasiswa," tandasnya.,
API mengakui, dengan banyaknya investasi yang masuk ke Banyuwangi, pengangguran usia produktif sudah banyak berkurang. Tentunya prestasi tersebut harus dijaga seiring dengan program-program Bupati Anas. "Contohnya, dengan berdirinya PT Bosowa, Hotel Aston, Santika, PT BSI, PT Indocement, akan berimbas positif bagi masyarakat," pungkas Rudi.
Usai menyampaikan aspirasi di hadapan perwakilan Pemkab Banyuwangi, aksi massa Pro Investasi yang dikawal ketat petugas Satsabhara Polres setempat ini membubarkan diri dengan tertib.
Dikonfirmasi terpisah, Pengamat Pembangunan Daerah, Eko Sutrisno SH, mengaku sepakat dengan aksi Pro Investasi. Menurutnya, dengan adanya investasi, seluruh potensi Kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini bias tergarap dengan baik. Dan imbasnya, angka pengangguran juga akan berkurang.
"Dalam hal ini kami berharap Pemerintah Daerah bias menjamin keamanan dan kenyamanan investor, sehingga bias memancing kembali datangnya investor baru," tegas mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini. (bwi/dur/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




