Selasa, 17 September 2019 08:31

Kali Madiun dan Bengawan Solo Meluap, Ribuan Hektare Sawah Terancam Gagal Panen

Senin, 10 Oktober 2016 23:39 WIB
Kali Madiun dan Bengawan Solo Meluap, Ribuan Hektare Sawah Terancam Gagal Panen
Salah satu areal persawahan yang terkena banjir di Kecamatan Kwadungan.

NGAWI, BANGSAONLINE.com - Banjir kembali melanda beberapa tempat wilayah Ngawi, Senin (10/10). Kali ini banjir mengancam ratusan hektare lahan pertanian, khususnya tanaman padi di Ngawi. Banjir ini akibat luapan Kali Madiun maupun Bengawan Solo.

Seperti di Kecamatan Kwadungan, diprediksi saat ini ada ratusan hektare tanaman padi di wilayah tersebut terancam gagal panen akibat terendam banjir. Dampaknya pun jelas. Para petani bakal gigit jari lantaran hasil yang digadang-gadang untuk mencukupi kebutuhan perekonomian mereka ludes diterjang ganasnya alam. Para petani berharap pemerintah bisa memberikan bantuan ganti rugi akibat bencana alam ini.

Menyangkut hal itu, Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura (Disperta) Kabupaten Ngawi Marsudi memastikan gagal panen akibat bencana alam tidak dapat ganti rugi. Kecuali ganti rugi gagal panen yang diberikan petani karena mengikuti program asuransi usaha tani dari PT Jasa Asuransi Indonesia (Jasindo).

“Gagal panen akibat bencana alam bisa mendapat ganti rugi bagi mereka (petani) asal mengikuti asuransi usaha tani melalui Jasindo. Jika belum tentu tidak bisa dibayarkan,” terang Marsudi, kepala Disperta Kabupaten Ngawi melalui telepon selular, Senin (10/10).

Beber dia, untuk di wilayah Ngawi sekarang ini yang telah mengikuti asuransi usaha tani baru mencakup sekitar 9 ribu hektare lebih. Setiap hektarenya akan mendapat ganti rugi Rp 6 juta dengan membayar premi setiap bulannya Rp 36 ribu.

Tentunya, lanjut Marsudi, klaim asuransi bisa dibayarkan ke petani apabila kerusakan lahan pertaniannya lebih dari 75 persen. Jika di bawah limit, tentu PT Jasindo belum bisa membayarkan uang ganti rugi. Bicara bencana alam yang telah merendam ratusan hektare lahan pertanian padi di Kecamatan Kwadungan, sampai sekarang ini pihaknya belum bisa memastikan berapa luasannya.

“Kalau berapa luasan area pertanian di Kwadungan yang rusak akibat terendam banjir, yang jelas sampai kini belum bisa dipastikan berapa luasnya. Karena tim dari POPT (Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman) dari provinsi masih melakukan pendataan di lapangan bersama petugas kita,” jelas Marsudi.(nal/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Jumat, 13 September 2019 23:27 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag61. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa qaala a-asjudu liman khalaqta thiinaanDan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam,” ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...