Rabu, 17 Juli 2019 12:42

Kali Madiun dan Bengawan Solo Meluap, Ribuan Hektare Sawah Terancam Gagal Panen

Senin, 10 Oktober 2016 23:39 WIB
Kali Madiun dan Bengawan Solo Meluap, Ribuan Hektare Sawah Terancam Gagal Panen
Salah satu areal persawahan yang terkena banjir di Kecamatan Kwadungan.

NGAWI, BANGSAONLINE.com - Banjir kembali melanda beberapa tempat wilayah Ngawi, Senin (10/10). Kali ini banjir mengancam ratusan hektare lahan pertanian, khususnya tanaman padi di Ngawi. Banjir ini akibat luapan Kali Madiun maupun Bengawan Solo.

Seperti di Kecamatan Kwadungan, diprediksi saat ini ada ratusan hektare tanaman padi di wilayah tersebut terancam gagal panen akibat terendam banjir. Dampaknya pun jelas. Para petani bakal gigit jari lantaran hasil yang digadang-gadang untuk mencukupi kebutuhan perekonomian mereka ludes diterjang ganasnya alam. Para petani berharap pemerintah bisa memberikan bantuan ganti rugi akibat bencana alam ini.

Menyangkut hal itu, Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura (Disperta) Kabupaten Ngawi Marsudi memastikan gagal panen akibat bencana alam tidak dapat ganti rugi. Kecuali ganti rugi gagal panen yang diberikan petani karena mengikuti program asuransi usaha tani dari PT Jasa Asuransi Indonesia (Jasindo).

“Gagal panen akibat bencana alam bisa mendapat ganti rugi bagi mereka (petani) asal mengikuti asuransi usaha tani melalui Jasindo. Jika belum tentu tidak bisa dibayarkan,” terang Marsudi, kepala Disperta Kabupaten Ngawi melalui telepon selular, Senin (10/10).

Beber dia, untuk di wilayah Ngawi sekarang ini yang telah mengikuti asuransi usaha tani baru mencakup sekitar 9 ribu hektare lebih. Setiap hektarenya akan mendapat ganti rugi Rp 6 juta dengan membayar premi setiap bulannya Rp 36 ribu.

Tentunya, lanjut Marsudi, klaim asuransi bisa dibayarkan ke petani apabila kerusakan lahan pertaniannya lebih dari 75 persen. Jika di bawah limit, tentu PT Jasindo belum bisa membayarkan uang ganti rugi. Bicara bencana alam yang telah merendam ratusan hektare lahan pertanian padi di Kecamatan Kwadungan, sampai sekarang ini pihaknya belum bisa memastikan berapa luasannya.

“Kalau berapa luasan area pertanian di Kwadungan yang rusak akibat terendam banjir, yang jelas sampai kini belum bisa dipastikan berapa luasnya. Karena tim dari POPT (Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman) dari provinsi masih melakukan pendataan di lapangan bersama petugas kita,” jelas Marsudi.(nal/rev)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Sabtu, 06 Juli 2019 15:08 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...