Banjir akibat meluapkan Kali Kemuning di Kabupaten Sampang cukup parah. Warga terpaksa mengungsi ke tempat aman, termasuk di atas genteng seperti terlihat di Jl. Imam Bonjol.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mengimbau agar masyarakat Sampang tidak panik menghadapi banjir kali ini. Pasalnya, berdasar prakiraan cuaca kondisi gelombang air laut tidak separah yang terjadi pada Februari 2016 lalu.
"Kondisi terkini (sore,red), hingga pukul 15.00 WIB, ketinggian banjir sudah mengalami penyurutan sekira 15 centimeter. Air akan terus surut meski agak lamban," kata Kepala BPBD Jatim, Sudarmawan, Minggu (25/9).
Dia menjelaskan, pada Februari lalu ketinggian gelombang laut di Selat Madura mencapai 2 meter. Namun untuk saat ini gelombang laut hanya mencapai 1 meter. "Sehingga diprediksi banjir di Sampang tidak akan seesktrem pada Februari lalu," tegas Sudarmawan.
Sementara untuk membantu para korban banjir yang ada di Kabupaten Sampang, Jawa Timur Kementerian Sosial (Kemnsos) menerjunkan dapur umum lapangan (dumlap), Minggu (25/9).
Hal tersebut dilakukan supaya dalam penyaluran bantuan terhadap para terdampak banjir bisa merata. Sebab, dapur umum tersebut bisa mobile, sedangkan masyarakat tidak bisa kemana-mana akibat dikepung banjir.
“Saya sudah koordinasi dengan Dinas Sosial Jatim supaya membantu para korban banjir. Dimana agar mendirikan dapur umum di sekitar lokasi,” terang Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansa.
Menurut Khofifah, pihaknya juga sudah menerjunkan dumlap supaya dalam pemberian bantuan pada warga terdampak bisa merata. Pasalnya, dumlap tersebut bisa mobile dari satu tempat ke yang lain.
“Kita juga suplai logistik ke lokasi. Kami berharap bantuan ini bisa meringankan beban masyarakat yang terkena banjir,” ujarnya.
Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf menjelaskan, pihaknya sudah menyediakan tiga dapur umum untuk melayani warga yang terdampak banjir. ''Tiga dapur umum tersebut ditempatkan di Jalan Pahlawan, Jalan Semeru dan Desa Pasean," kata Saifullah Yusuf.
Pria yang akrab dipanggil Gus Ipul ini mengaku, Pemprov Jatim melalui sudah memberi bantuan lauk pauk dan sebagainya untuk keperluan di dapur umum.
Meski kondisi tidak parah namun Gus Ipul tetap meminta BPBD Jatim terus bekarja sama dengan Pemkab Sampang secara serius mengatasi banjir. Termasuk juga menjaga situasi keamanan di wilayah banjir. "Aparat keamanan juga dilibatkan dan disiagakan untuk mengantisipasi segala kemungkinan akibat banjir ini," kata Gus Ipul.
Ia mengimbau semua pihak, khususnya warga Sampang dan pengendara yang melintas untuk tetap waspada, serta menaati perintah dari aparat maupun petugas setempat. "Sudah disiapkan tempat dan jalur pengungsian dan diharapkan banjir segera surut karena air di laut ombaknya tidak terlalu tinggi. Sedangkan lalu lintas di Sampang padat merayap," kata dia.(hri/mdr/err/yah/lan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




