Terkadang sebagian batu merahnya banyak yang tergerus dan runtuh dan juga terlihat arca di candi sudah tidak utuh yaitu bagian kepala arca yang sudah hilang. “Khusus candi ini masih belum ada yang meneliti, jadi kondisinya ya begini jika ada yang jatuh ya ditata lagi,” ujarnya.

(Kondisi candi Pamotan yang nyaris tak berbentuk)
Dirinya menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada yang melakukan penelitian arkeologi dan renovasi, seperti candi-candi lain, salah satunya adalah candi Pari. Hal ini yang membuat Lilik khawatir karena jika dibiarkan, maka kondisi candi akan rusak dan hilang.
Lilik berharap ada dukungan dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk ikut memperhatikan kedua candi ini karena candi ini juga bisa dibuat pembelajaran sejarah bagi generasi penerus bangsa.
“Kalau candi ini rusak dan hilang, pemuda masa depan belajar sejarahnya lewat mana kalau gak datang langsung ke lokasi,” lanjut dia. (rizky alvian/UTM)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




