Menhub Beri Sinyal Positif Pembangunan Bandara di Tulungagung

  Menhub Beri Sinyal Positif Pembangunan Bandara di Tulungagung Budi Karya Sumadi

Politisi muda PKB ini mengungkapkan, pihaknya mendorong percepatan pembangunan bandara itu. Kehadiran bandara itu akan membuka akses transportasi udara ke delapan kabupaten/kota yang masuk wilayah eks karasidenan Kediri dan Madiun sehingga akan mendongkrak tingkat perekonomian di wilayah tersebut.

"Keberadaan bandara di wilayah Jawa Timur bagian Selatan ini akan membuka akses delapan kabupaten/kota yang memiliki potensi ekonomi dan alam yang luar biasa. Dengan begitu potensi itu bisa lebih diekplorasi,” tutur anggota Komisi B DPRD Jatim tersebut.

Sekretaris Gerakan Pemuda Kebangkitan Bangsa (Garda Bangsa) Jatim ini menilai, rencana pembangunan bandara baru yang sudah disetujui pemerintah pusat itu sejalan dengan keputusan Presiden membuka ruang udara di Jawa bagian Selatanserta program Nawacita Presiden Joko Widodo, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.

Terkait lokasi bandara, Chusainuddin juga sepakat sepakat di wilayah Tulungagung. Menurutnya, keputusan itu tepat karena Tulungagung letaknya strategis, berada di tengah-tengah delapan daerah pengusul pembangunan bandara komersial tersebut.

"Saya kira Tulungagung paling pas sebagai lokasi bandara, karena berada di tengah-tengah kabupaten Madiun, Magetan, Ponorogo, Trenggalek, Pacitan, Blitar, Tulungagung, dan kota Kediri. Jadi lokasinya paling strategis,” urai politisi asli Tulungagung ini.

Anggota DPRD Jatim dari daerah pemilihan Jatim VI ini mengakui sampai saat ini ada dua opsi lokasi bandara yakni di kecamatan Campurdarat yang masuk wilayah Tulungagung Selatan dan kecamatan Rejotangan yang masuk wilayah Tulungagung Timur. Secara pribadi, ia lebih setuju bandara ada di Rejotangan karena dekat dengan akses jalur lintas selatan (JLS) dan jalur kereta api dengan akses jalan nasional dan provinsi yang representatif.

Selain itu, faktor angin dan infrastruktur di Rejotangan lebih menunjang. Angin di Rejotangan tidak sekencang di Campurdarat. Selain itu, lahan yang siap untuk lokasi bandara di Rejotangan 300 hektare, lebih luas dari di kecamatan Campurdarat yang hanya 200 hektare. Disamping itu, kecamatan Rejotangan juga dekat dengan makam proklamator RI, Bung Karno di kota Blitar sehingga bisa menunjang wisata sejarah.

“Keputusan akhir penetapan lokasi bandara memang ada di tangan Kementerian Perhubungan dan Menkopolhukam. Tapi kami mengusulkan kecamatan Rejotangan sebagai lokasi bandara,” pungkasnya. (mdr/ns)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO