Rabu, 01 April 2020 11:34

Kunker ke Gresik, Menperin Tinjau Pembangunan Pabrik Amurea II PG

Kamis, 04 Agustus 2016 18:54 WIB
Wartawan: M. Syuhud Almanfaluty
Kunker ke Gresik, Menperin Tinjau Pembangunan Pabrik Amurea II PG
Menteri Perindustrian RI, Airlangga Hartarto (tiga dari kiri) ketika mengunjungi PT Petrokimia Gresik (PG). foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Menteri Perindustrian RI, Airlangga Hartarto melakukan kunjungan kerja ke PT Petrokimia Gresik (PG), Kamis (4/8). Dalam kunjungan tersebut, ia menyempatkan melihat perkembangan proyek Amurea II milik PG yang merupakan salah satu proyek strategis pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pupuk nasional.

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Aas Asikin Idat di sela mendampingi Menperin menyatakan bahwa revitalisasi pabrik diperlukan untuk menghemat bahan baku. Pabrik Amurea II ini direncanakan akan menggunakan gas 24 MmBTU/ton sama seperti rata-rata pemakaian gas industri pupuk di luar negeri.

“Adapun kendala yang dihadapi oleh industri pupuk saat ini, selain harga urea impor yang lebih rendah, juga tingginya harga gas. Faktor harga gas ini menjadi faktor yang tidak dapat dikendalikan," ujar Aas.

Sementara Menteri Perindustrian RI, Airlangga Hartarto menanggapi hal itu menyatakan, bahwa dia sudah berkoordinasi dengan Kementrian ESDM untuk meninjau industri mana saja yang perlu dibantu terkait dengan gas alam.

“Industri strategis seperti ini perlu mendapatkan special treatment. Pangan harus menjadi prioritas nomor satu," ujar Airlangga.

Di tempat yang sama, Direktur Utama PG Nugroho Christijanto menyatakan, bahwa proyek Amurea II merupakan proyek pembangunan pabrik amoniak dan urea untuk memenuhi kebutuhan pupuk urea di Jawa Timur.

Selain itu, pabrik ini nantinya juga dapat menutupi kekurangan amoniak sebagai bahan baku pupuk NPK. Proyek ini dikerjakan oleh konsorsium Wuhuan Engineering dan PT Adhi Karya. “Proyek telah dimulai sejak Februari 2015 dan kami berharap proyek selesai dan beroperasi secara komersial pada Desember 2017 atau sekitar 34 bulan,” ujar Nugroho Christijanto.

Lebih lanjut Nugroho menyatakan, bahwa pabrik ini memiliki desain kapasitas amoniak 660 ribu ton/tahun dan urea 570 ribu ton/tahun. Untuk bahan baku, PG telah mendapatkan sumber gas dari Husky Cnooc Madura Limited (HCML) sebesar 85 MMSCFD.

“Sampai dengan Juni 2016 progress proyek ini telah mencapai 58,4 persen,” pungkasnya. (hud/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 28 Maret 2020 14:13 WIB
Oleh: M Cholil NafisSaat saya wawancara di TV atau radio banyak pertanyaan tentang hadits yang menyebutkan bahwa orang yang meninggalkan jum’atan tiga kali berturut-turut jadi keras hatinya bahkan ada yang menyebut kafir dan wajib bersyahadat kemba...
Sabtu, 28 Maret 2020 23:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*85. Wayas-aluunaka ‘ani alrruuhi quli alrruuhu min amri rabbii wamaa uutiitum mina al’ilmi illaa qaliilaan.Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, “Ruh itu termasuk urusan Tuhanku,...
Jumat, 20 Maret 2020 00:31 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...