Sabtu, 18 Januari 2020 11:04

Berkunjung ke Wisata Kedung Cinet, Grand Canyon ala Jombang

Minggu, 10 Juli 2016 17:25 WIB
Berkunjung ke Wisata Kedung Cinet, Grand Canyon ala Jombang
Wisata alam Kedung Cinet. foto: BANGSAONLINE

JOMBANG, BANGSAONLINE.com – Anda mungkin pernah mendengar Grand Canyon di Arizona, Amerika Serikat. Ya, sebuah ngarai yang dibuat oleh aliran sungai Colorado dan dikelilingi tebing ternyata juga ada di Jombang, tepatnya di Desa Pojok Klitih kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang.

Namanya Wisata Kedung Cinet. Di wisata alam ini, anda juga akan menemukan menemukan persis seperti di Grand Canyon, hanya saja versi mininya. Lokasinya berada di tengah hutan, sehingga masih sedikit wisatawan yang mengeksplor keindahan Kedung Cinet.

Karena berada di tengah hutan, tentu membutuhkan perjuangan untuk mencapai ke lokasi Wisata Kedung Cinet.

Untuk menuju ke sini, apabila anda dari Surabaya, ambil arah ke Ploso sesampainya di Jombang. Untuk menuju ke Ploso, apabila lewat kota, anda akan melewati kecamatan Tembelang. Tetap lurus dan ikuti jalan sampai ada jembatan sungai Brantas.

Ketika sampai di ujung jembatan, belok kiri arah ke Plandaan/Nganjuk/Kertosono. Telusuri jalan yang berdampingan dengan sungai brantas ini lurus sampai anda menemukan Polsek Plandaan lalu belok kanan ke arah Plandaan.

Lurus saja mengikuti jalan sampai anda masuk ke desa Pojok Klitih. Jalannya lumayan bagus karena baru saja dibeton.

Sesampainya di Desa Pojok Klitih, untuk anda yang membawa kendaraan roda dua bisa langsung naik menuju ke lokasi wisata. Namun tenang saja, apabila anda membawa kendaraan roda empat, anda bisa naik ojek atau menyewa motor yang memang sudah disediakan oleh warga sekitar. Biayanya sekitar Rp 10 - 20 ribu.

Untuk menuju ke lokasi wisata, anda harus melewati jalan setapak sepanjang sekitar 1,5 Km yang sedikit menanjak dan langsung berdampingan dengan jurang di kanan kirinya. Selain itu, anda harus ekstra hati-hati lantaran di beberapa bagian jalannya masih berupa makadam yang sudah mulai mengelupas. Untuk itu disarankan membawa motor yang kondisinya masih prima.

Setelah berkendara sekitar 10 menit, anda akan disambut oleh papan kayu bertuliskan “Selamat Datang di Kedung Cinet”. Di sini anda bisa menitipkan kendaraan ke pemuda desa setempat dan memberinya uang secara sukarela. Para pemuda-pemuda tersebut juga akan memandu anda untuk menuju ke ngarai Kedung Cinet lantaran jalannya curam dan licin.

Salah satu pengunjung, Stefy, mengaku datang ke Kedung Cinet lantaran penasaran setelah mengetahui wisata alam tersebut dari sosial media. Selain itu, ia sengaja berkunjung untuk refreshing.

“Mumpung liburan, untuk melepas penat sebelum kembali ke rutinitas pekerjaan,” kata gadis 25 tahun asal Malang yang datang bersama tujuh temannya ini.

(Jauh-jauh dari Malang, Stefy memilih mengunjungi Kedung Cinet dalam libur Lebaran kali ini)

(Stefy bersama para sahabatnya saat berpose dengan latar belakang Kedung Cinet)

Sementara pengunjung lain, Putri, berharap agar wisata ini segera dikembangkan oleh pemkab setempat. Pasalnya, potensi keindahannya diyakini mampu menarik banyak wisatawan.

“Sayang, lokasinya bagus tapi aksesnya susah,” tutur perempuan asli Jombang ini. (rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 01 Januari 2020 19:47 WIB
BLITAR, BANGSAONLINE.com - Wisata Edukasi Kampung Coklat di Kabupaten Blitar baru-baru ini telah menghadirkan spot instagramable bagi para pengunjung.Lokasi wisata yang terletak di Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar tersebut ...
Senin, 13 Januari 2020 16:17 WIB
Oleh: M Mas’ud AdnanKHM Yusuf Hasyim wafat pada 14 Januari 2007. Putra Hadratussyaikh KHM Hasyim Asy'ari itu selain dikenal sebagai tokoh NU dan komandan Laskar Hizbullah juga pengasuh Pesantren Tebuireng selama 41 tahun (1965-2006). Untuk mengenan...
Rabu, 15 Januari 2020 12:47 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*79. Wamina allayli fatahajjad bihi naafilatan laka ‘asaa an yab’atsaka rabbuka maqaaman mahmuudaanDan pada sebagian malam, lakukanlah salat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhan...
Kamis, 16 Januari 2020 12:56 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...