Ekspresi Lionel Messi, usai Argentina dikalahkan Chile di final Copa America 2016.
Kekalahan di final Copa America tentu akan membuat kiprah Messi bersama Argentina semakin disorot. Meski bergelimang trofi dengan Barcelona, dia justru masih nihil prestasi di tim nasional.
Setelah gagal merengkuh gelar Copa America, Messi membuat pernyataan mengejutkan. Penyerang Barcelona itu menyatakan pensiun dini dari timnas Argentina.
Tentu saja ucapan Messi membuat geger dan kehebohan publik sepak bola sejagat. Lewat media sosial, mereka berkomentar atas keputusan Messi. Ada yang menilai Messi terlalu rapuh karena di usia ke-29 menyatakan pensiun dari timnas. Hayley B (@Hayles_101) mengaku tak mengerti sikap Messi yang menyerah hanya karena gagal di empat kesempatan final.
"Tak tahu mengapa Messi harus pensiun hanya karena dia gagal dalam empat kesempatan final. Klopp (Juergen Klopp, pelatih Liverpool saat ini), sudah mengalami lima kekalahan beruntun di final, tapi masih tetap tersenyum seperti seorang bocah di Disneyland," kicau Hayley.
Sedangkan pemilik akun @melakaboy berkicau soal suasana hati Messi yang sedang kacau. "Ada 4 juta Tweet saat Messi gagal mengonversi penalti...Bayangkan itu sebelum Anda mengeksekusi penalti. Itu tekanan sesungguhnya," kicau @melakaboy.
Selain itu, ada juga netizen yang merasa kehilangan seperti Fajar Nugros. "Messi pensiun dari timnas, buat anak bola adalah kesedihan. Tapi buat anak bola-bolaan itu bahan becanddan," tulisnya.
Sementara Pelatih Argentina, Gerardo Martino meminta para pemain tidak menyerah. "Para pemain tidak punya alasan untuk tidak terus mencoba. Mereka melakukannya dengan jujur dan berusaha. Dan mereka melakukannya dengan baik," kata Martino, seperti dikutip dari Soccerway.
Pernyataan Martino ini keluar hanya beberapa saat setelah Lionel Messi mengutarakan niatnya untuk pensiun dari tim nasional Argentina. Bisa jadi, itu kalimat halus Martino itu untuk melarang Messi pensiun saat ini.
Martino mengakui kegagalan ini memang sangat berat diterima para pemain Argentina. Menurut mantan pelatih Barcelona ini, Tim Tango seharusnya bisa menang melawan Chile.
"Tidak mudah untuk menjelaskan apa yang telah terjadi. Argentina seharusnya menang. Ada rasa sakit. Kembali kalah menjadi rasa sakit yang terlalu besar untuk ditanggung," kata Martino. (kcm/det/mer/lan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




