Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Dispendik) Pemkab Situbondo, Fathor Rahman mengatakan, untuk mengantisipasi terjadinyaaksi corat-coret baju seragam serta konvoi pada hari kelulusan, pihaknya sudah menghimbau kepada semua kepala sekolah (Kasek) baik SMA maupun SMK ”Sebelum pengumuman kelulusan, kami sudah mengumpulkan para Kasek, dan menghimbau agar para siswa tidak melakukan aksi corat-coret baju dan konvoi,” terang Fathor Rahman.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, dari jumlah totalsebanyak 7.346 peserta UN tingkat SMA sederajatpada tahun 2014, terdapat 5 siswa yang dinyatakan tidak lulus. Ke 5 siswa tersebut 1 siswa SMK, sedangkan 4 siswa lainnya dari MAN dan MA.
“Khusus untuk SMA baik negeri maupun swasta dinyatakan lulus 100 persen dalam UN Tahun 2014,” lanjut Fathor Rahman.
Namun, tidak semua siswa di Situbondo merayakan kelulusan dengan cara melakukan aksi corat-coret baju seragam dan konvoi sepeda motor. Siswa SMK Negeri 1 Situbondo misalnya, yang sengaja diundang berkumpul di Gedung Olah Raga (GOR) Situbondo bersama orang tuanya melakukan acara perpisahan.
“Kami sengaja melakukan kegiatan perpisahan ini tepat pada hari pengumuman kelulusan. Bahkan untuk menerima pengumuman kelulusan para siswa itu harus didampingi orang tuanya,” kata Umar Said, Kasek SMK Negeri 1 Situbondo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






