BI yang Jatuhkan Bung Karno, Kini Melansir Utang Indonesia Terus Meroket, Rp 4.222 Triliun

BI  yang  Jatuhkan Bung Karno, Kini Melansir Utang Indonesia Terus Meroket, Rp 4.222 Triliun ilustrasi

Sedangkan porsi utang swasta tercatat sebesar USD 164,67 miliar. Angka utang ini turun dari bulan sebelumnya yang mencapai USD 165,35 miliar.

Utang luar negeri swasta juga terbagi menjadi utang perbankan dan utang non-perbankan. Utang perbankan tercatat mencapai USD 29,71 miliar. Sedangkan utang luar negeri non-perbankan tercatat USD 134,96 miliar.

Untuk non-perbankan, terbagi menjadi utang lembaga keuangan bukan bank atau nonbank financial corporation yang mencapai USD 11,21 miliar. Kemudian utang perusahaan bukan lembaga keuangan atau nonfinancial corporation sebesar USD 123,75 miliar.

Dari sisi negara, Singapura tercatat sebagai pemberi utang terbesar ke Indonesia dengan total mencapai USD 54,93 miliar atau setara dengan Rp 734 triliun. Selanjutnya disusul oleh Jepang dengan total utang mencapai USD 32,52 miliar. China saat ini juga cukup besar memberi utang ke Indonesia dengan nilai mencapai USD 13,89 miliar dan disusul oleh Amerika Serikat sebesar USD 9,53 miliar. Masih banyak negara lain yang memberi utang ke Indonesia dengan nilai di bawah USD 10 miliar seperti Hong Kong, Jerman, Korea Selatan, Spanyol dan lain sebagainya.

Sedangkan dari sisi organisasi internasional, IBRD tercatat sebagai pemberi utang terbesar dengan nilai USD 15,05 miliar. Kemudian ADB juga memberi utang sebesar USD 9,1 miliar. Selanjutnya disusul oleh IMF sebesar USD 2,7 miliar. Masih banyak organisasi lainnya seperti EIB, NIB dan lain sebagainya yang memberi utang ke Indonesia.

Namun demikian, Adviser IMF Benedict Bingham pernah mengatakan Indonesia sudah tidak lagi berutang pada lembaga moneter internasional tersebut. Adapun utang tercantum dalam data statistik utang luar negeri itu merupakan kuota penyertaan modal Indonesia dalam bentuk mata uang khusus IMF, biasa disebut special drawing rights (SDR).

"Berdasarkan dokumen perjanjian, alokasi SDR kepada seluruh negara anggota disesuaikan dengan proporsi kuota mereka di IMF. Ini dalam rangka menyediakan likuiditas tambahan buat negara anggota."

Saat ini, lanjut Benedict, kuota Indonesia sebesar SDR 1,98 juta atau setara USD 2,8 juta. Berdasarkan standar akuntansi, penyertaan modal ini diperlakukan sebagai utang atau kewajiban luar negeri harus ditanggung .

"Sementara, kepemilikan SDR diperlakukan sebagai aset ," katanya. "Jadi, ketika SDR dialokasikan, itu tidak mengubah posisi utang negara anggota pada IMF."

Sumber: merdeka.com

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'BI Kediri Gelar Bazar Pangan Murah Ramadhan 2024':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO