Kamis, 23 November 2017 05:02

Dianggap Ganggu Akses Masuk Perumahan, Warga GPI Demo RS Emma

Minggu, 15 Mei 2016 18:01 WIB
Dianggap Ganggu Akses Masuk Perumahan, Warga GPI Demo RS Emma
Aksi spontanitas warga GPI di depan RS Emma. foto: yudi eko purnomo/ BANGSAONLINE

KOTA MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Kerja bakti warga Griya Permata Ijen (GPI), Kota Mojokerto di depan pintu masuk RS Emma sisi barat, siang tadi (15/5) berubah ricuh. Warga memprotes kegiatan RS ini karena dianggap kerap menganggu lalu lintas.

Perwakilan warga, Alek Askohar, menuturkan kalau kegiatan hari itu adalah kerja bakti untuk membersihkan jalan masuk ke GPI agar terlihat bersih dan indah. Selain itu warga juga risih melihat lahan di sebelah barat, milik yayasan Taman Siswa yang terlihat kumuh dan seolah menjadi tempat pembuangan sampah.

Kejadian berawal ketika seorang pegawai RS menanyakan motivasi warga bergerombol di depan RS sehingga memicu kesalah pahaman. Warga pun panas dan kegiatan kerja bakti itu mendadak berubah menjadi aksi.

’’Tutup jalan Emma, tutup jalan Emma,..” seru sejumlah warga.

Mendengar ajakan tersebut beberapa warga secara spontan mengambil batu kali yang ada di sekitar areal itu, kemudian menatannya menjadi pembatas jalan. Pembatas yang dibuat spontanitas oleh warga inilah yang menutup jalan ke RS Emma.

Rohmat, salah satu warga GPI meyayangkan pembangunan poli pengobatan baru milik Emma, akibat adanya pasien yang keluar masuk di poli tersebut, lalu lintas warga GPI seringkali terganggu.

‘’Saya seringkali terlibat adu mulut dengan pemilik mobil pasien yang parkir seenak sendiri di pintu masuk GPI,’’ cerita Rohmat.

Banyaknya warga yang bergerombol di pintu masuk GPI, mengundang pemilik RS Emma, Marlyen keluar untuk mempertanyakan kepentingan warga. Sehingga terjadilah perdebatan antara perwakilan warga dengan Marlyen.

Perdebatan masih bisa dikendalikan, karena pihak RS Emma berjanji akan memenuhi tuntutan warga yang meminta agar keberadaan Emma tidak mengganggu lalu lintas warga. Dalam dialog itu pihak RS Emma juga berjanji membuatkan gorong-gorong atau saluran air warga yang rusak akibat pembangunan rumah sakit tersebut.

Kericuhan sempat terjadi, tetapi tidak sampai anarkis karena diredam oleh petugas kepolisian setempat.

Dirut RS Emma, Magdalena yang menemui warga usai aksi massa tersebut mengatakan, dalam waktu dekat ini akan membenahi akses jalan dan parkir yang mengganggu warga. ‘’Kita akan penuhi tuntutan warga,’’ janji Magdalena. (yep/rev)

Rabu, 22 November 2017 10:04 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*TANGGAL 21 November 2017 kemarin diperingati secara internasional sebagai Hari Pohon. Gerakan tanam pohon untuk bersedekah oksigen nyaris tidak terdengar secara massal di belantara ontran-ontran dramatik Ketua DPR RI Setya N...
Sabtu, 04 November 2017 19:50 WIB
​Oleh: Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   Subhaana alladzii asraa bi’abdihi laylan mina almasjidi alharaami ilaa almasjidi al-aqshaa alladzii baaraknaa hawlahu linuriyahu min aayaatinaa innahu huwa alssamii’u albashiiru (1).Setelah du...
Oleh: Dr. KH. Imam Ghazali Said., MA
Sabtu, 11 November 2017 10:48 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Kamis, 16 November 2017 12:03 WIB
LONDON, BANGSAONLINE.com - Chelsea Louise Thompson, artis berusia 27 tahun ini pamer lekuk tubuh indahnya, di kamar mandi. Foto telanjangnya diupload dengan caption: Waktu mandi.Dalam foto itu, tampak satu lengannya dipergunakan untuk menut...