Wabup Lamongan, Kartika Hidayati saat membuka MTQ di Pendopo Kecamatan Mantup, Lamongan. foto: nurqomar/ BANGSAONLINE
LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Banyaknya lembaga keagamaan di Lamongan belum berbanding lurus dengan prestasi di bidang Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ). Padahal kader Lamongan, seperti Maria Ulfa, pernah menjadi juara dunia seni membaca Al Qur’an di tahun 1980.
Kegusaran itu disampaikan Wakil Bupati Lamongan Kartika Hidayati saat membuka MTQ tingkat se eks Wilayah Kerja Pembantu Bupati Ngimbang di Pendopo Kecamatan Ngimbang, Rabu (20/4). Dia berharap, dengan konsep MTQ yang digelar di tiap eks wilayah kerja pembantu bupati, akan bisa menjaring lebih banyak lagi kader potensial.
BACA JUGA:
- Upaya Jaga Ketahanan Pangan, Pemkab Lamongan Salurkan Bantuan Beras dan Minyak Goreng
- Genjot Produktivitas Padi, Bupati Lamongan Salurkan Combine Harvester
- Lantik 34 Pejabat, Bupati Lamongan Tekankan Profesionalisme dan Integritas
- Viral Isu Dugaan Perselingkuhan Camat Karanggeneng, Ini Kata Sekda Lamongan
“Lamongan ini memiliki begitu banyak lembaga keagaamaan, namun belum selaras dengan kualitas prestasi di bidang MTQ. Padahal Lamongan memiliki kader seperti Ibu Maria Ulfa yang pernah menjadi juara dunia di tahun 1980,“ ujar Kartika.
Di Lamongan sendiri, menurut Kartika, perhatian terhadap bidang ini sudah diberikan Bupati Fadeli sejak lama dengan melaunching Gerakan Lamongan Menghafal. Perhatian lain adalah dengan mewajibkan menghafalkan surat-surat pendek Al Qur’an bagi siswa yang akan lulus dari sekolah umum, mulai jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Hal serupa disampaikan Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Lamongan Yuhronur Efendi. Dia menyebutnya dengan adanya kesenjangan antara potensi dengan prestasi.
“Lamongan ini memiliki ratusan pondok pesantren, ribuan madrasah ibtida’iyah dan ribuan TPQ. Bahkan dewan hakim MTQ Jawa Timur juga diisi dari Lamongan. Sudah seharusnya Lamongan bisa berprestasi di bidang MTQ,“ kata dia.
Karena itu, lanjutnya, LPTQ mulai menjaring kader-kader potensial di tingkat kecamatan untuk selanjutnya dibina di tingkat kabupaten. Mereka yang terbaik selanjutnya akan menjadi Kafilah Kabupaten Lamongan untuk mengikuti MTQ di tingkat Provinsi Jawa Timur.
Prestasi tertinggi Lamongan pasca era Maria Ulfa terjadi di tahun 2010. Saat itu, Khoirotul Ummah, melalui cabang lomba MHQ golongan 1 juz dan tilawah meraih satu-satunya emas untuk MTQ Jatim. (qom/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




