Abdul Mu'thi, Sekum Muhammadiyah. (ft: mimbarislam)
JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'thi menyebutkan, upaya Muhammadiyah melakukan autopsi jenazah Siyono, terduga teroris yang ditembak mati Densus 88 tidak lain sebagai bentuk pencarian keadilan atas terbunuhnya Siyono. Bahkan dalam hal ini, Muhammadiyah tidak sendiri justru menggandeng Komnas Ham dalam melakukan autopsi.
Untuk itu, jika ada tuduhan dengan melakukan autopsi Siyono berarti Muhammadiyah mendukung terorisme adalah salah besar. Muhammadiyah sejak dulu mengawal, menjaga ummat untuk sama-sama memberantas terorisme.
BACA JUGA:
- Kiai Asep: Muhammadiyah juga Aswaja, Mereka Pilih PAN, yang Pro Khilafah Pilih PKS
- NU Awali Puasa Ramadan Kamis 19 Februari, Muhammadiyah Rabu 18 Februari 2026, Apa Dasarnya
- Wakil Bupati Gresik Resmikan Pompa Air Tenaga Surya di Bawean
- Trump Suka Mendekte, PP Muhammadiyah Khawatir Prabowo Melunak Perjuangkan Palestina
"Sebaiknya akuilah kesalahan dalam kasus Siyono, sebelum dibuka kesalahan itu," sindir Abdul Mu'thi dalam acara pengajian bulanan pimpinan pusat Muhammadiyah dengan tema 'Pemberantasan Terorisme yang Pancasilais dan Komprehensif' di Auditorium PP Muhammadiyah, Jl Menteng Raya 62, Jakarta, Jumat (8/3) malam.
Ditegaskannya, pihaknya akan membuka hasil autopsi dengan menggendeng Komnas Ham, karena berdasarkan autopsi yang dilakukan tim dokter forensik dan dokter Polda Jawa Tengah, jelas autopsi tersebut merupakan autopsi yang pertama.
Terdapat luka lebam-lebam, karena jika memang terjadi perkelahian apakah tidak bisa dihindari yang mematikan. "Bukankah pasukan elit (densus 88) itu pinter-pinter beladiri, kenapa tidak bisa dihindari malah terduga meninggal, jadi sekali lagi akuilah kalau salah," sebutnya.
Sementara itu, mantan Ketua PP Muhammadiyah, Din Syamsyudin yang juga menjadi pembicara dalam pengajian rutin bulanan PP Muhammadiyah tidak bisa hadir langsung namun dalam rekaman off air yang diputar di acara tersebut.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




