Cak Nun, Ketua DPRD Abdul Hamid dan Bupati Sambari ketika ngaji sinau syukur. foto: syuhud/ BANGSAONLINE
Pada kegiatan tersebut juga diadakan kegiatan santunan anak yatim dan piatu. "Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian DPRD terhadap anak-anak yatim dan piatu yang ada di Gresik," tuturnya.
Hamid berharap kegiatan seperti ini tetap bisa dilanjutkan. Sebab, kegiatan seperti ini merupakan salah satu bentuk untuk menghidupkan Gresik sebagai kota santri dan kota wali. "DPRD dan Pemkab Gresik sudah sepakat bahwa memertahankan Gresik sebagai kota santri dan kota wali harga mati," jelasnya.
Ditambahkan Hamid, selaku pimpinan DPRD Gresik, dirinya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang sangat responsif atas kegiatan sinau bareng. "Karena tanpa bantuan dan dukungan mereka kegiatan tersebut tidak akan bisa sukses," pungkasnya.
Sementara MH. Ainun Najib dalam sinau bareng banyak memaparkan soal kondisi masyarakat saat ini. Cak Nun -panggilan akrab Ainun Najib- pada kesempatan itu mengajak para undangan dan hadirin untuk mengelola kehidupan bernegara yang baik.
Tujuannya, untuk menjadikan negara yang adil dan makmur. "Ayo, manakah yang lebih dulu, adil baru makmur. Atau, makmur dulu baru adil," kata Cak Nun.
Dia pun kemudian mengajak para undangan untuk menyadari bahwa kemakmuran tidak bisa menjamin keselamatan. Untuk itu, maka keadilan harus hadir. "Jadi, tidak cukup gemah ripah loh jinawi dan baldatun thayyibatun (negara yang baik), melainkan juga harus robbun ghofur yakni Allah memberikan pengampunan," tuturnya.
Pada kesempatan itu, Cak Nun juga menyatakan, masih sedikitnya instrumen yang digunakan masyarakat untuk bersyukur dengan hati. "Makanya, hati harus ditata. Sesedih apapun kita, harus temukan segala sesuatu yang membuat kita untuk tersenyum dan bersyukur. Caranya bagaimana, adalah dengan menemukan Allah," pungkasnya. (hud/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




