Jumat, 22 Maret 2019 20:06

Puluhan Pedagang Stasiun Kediri Terancam Digusur, Paguyuban Siap Gelar Aksi dan Salawatan

Selasa, 22 Maret 2016 16:57 WIB
Puluhan Pedagang Stasiun Kediri Terancam Digusur, Paguyuban Siap Gelar Aksi dan Salawatan
Salah satu bangunan yang rencananya juga akan dirobohkan oleh PT KAI besok. foto: arif kurniawan/ BANGSAONLINE

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Sekitar 80 pedagang hingga tukang becak dan tukang ojek yang berada di lokasi Stasiun Kediri terancam digusur, Rabu (23/3) besok. Itu dilakukan menyusul, sebanyak tiga kali PT KAI Daop 7 Madiun sudah melayangkan surat pemberitahuan kepada paguyuban Bosta (Bocah Stasiun) tertanggal 23 Maret 2016 untuk segera mensterilkan lokasi di wilayah Stasiun Kediri.

Adanya surat pemberitahuan tersebut, paguyuban yang juga termasuk warga Balowerti RT 29 RW 7 Kota Kediri, rencananya akan menggelar salawatan untuk menghadang penertiban yang dilakukan PT KAI.

Ketua Paguyuban Bosta Nowo Doso mengatakan, jika PT KAI Daop 7 Madiun tetap melakukan penertiban, maka puluhan anggota paguyuban akan melakukan aksi.

"Kita tetap berusaha menolak agar tidak terjadi penertiban seperti yang dilayangkan PT KAI. Kita akan menghadang dengan cara damai dengan menggelar saalawatan," ungkapnya, Selasa (21/3).

Lebih jauh, ia menjelaskan selama ini pihak paguyuban sudah mengajak audiensi dengan pihak PT KAI Daop 7 Madiun. Audensi tersebut juga dilakukan bersama Pemkot Kediri dan DPRD Kota Kediri. "Beberapa waktu lalu kita sudah beraudiensi di DPRD, namun kelihatannya pihak PT KAI belum ada titik temu," jelasnya.

Menurutnya, PT KAI Daop 7 Madiun sudah melanggar kesepakatan yang dilakukan audiensi beberapa waktu lalu. "Kemarin harusnya dilakukan audiensi kedua, tetapi kenapa PT KAI justru ingkar dan melayangkan surat ketiga," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kelurahan Balowerti, Kota Kediri, Najib Katuju mengaku kecewa dengan sikap yang dilakukan PT KAI Daop 7 Madiun. Sebab Pemerintah Kota Kediri juga ikut mempercantik lokasi Stasiun Kediri.

"Bangunan taman dari Prodamas di dekat stasiun itu juga salah satunya untuk mempercantik lokasi tersebut. Bahkan pembangunan aspal juga dari Pemkot Kediri," jelasnya.

Sejauh ini ada sekitar 80 anggota paguyuban Bosta yang mengais rejeki di areal kawasan depan Stasiun Kediri. Mayoritas anggota paguyuban mencari nafkah dari menjual dagangannya di depan stasiun, tukang ojek dan tukang becak. (rif)

Polda Jatim Gerebek Pabrik Makanan Ringan Berbahan Tawas dan Bumbu Kadaluarsa di Sidoarjo
Jumat, 15 Maret 2019 05:14 WIB
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Tim Satgas Pangan Polda Jatim menggerebek pabrik produksi makanan ringan (snack) di Dusun Dodokan, Desa Tanjungsari, Taman, Sidoarjo, Kamis (14/3). Dalam penggerebekan ditemukan bahan baku berbahaya dan kadaluarsa y...
Selasa, 19 Februari 2019 16:59 WIB
BANGSAONLINE.com - Februari udah mau abis aja nih... Saygon Waterpark punya banyak banget promo menarik buat kalian di bulan Februari ini. Ayo... jangan sampai ketinggalan ya...1. Romantic Moment, Berdua Lebih HematBuat kalian yang dateng berdua sama...
H. Suparto Wijoyo
Rabu, 20 Maret 2019 10:57 WIB
Oleh: H. Suparto Wijoyo*PAPUA menghadirkan duka pada saat yang nyaris setarikan nafas panjang atas tragedi yang menimpa Jamaah shalat Jumat di Masjid An Noor, Christchurch, Selandia Baru, Jumat 15 Maret 2019. 49 orang tewas akibat pemberondongan...
Minggu, 17 Maret 2019 23:15 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag28. Wa-immaa tu’ridhanna ‘anhumu ibtighaa-a rahmatin min rabbika tarjuuhaa faqul lahum qawlan maysuuraanDan jika engkau berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu yang engkau harapkan, maka kat...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...