Minggu, 26 Mei 2019 15:19

Puluhan Pedagang Stasiun Kediri Terancam Digusur, Paguyuban Siap Gelar Aksi dan Salawatan

Selasa, 22 Maret 2016 16:57 WIB
Puluhan Pedagang Stasiun Kediri Terancam Digusur, Paguyuban Siap Gelar Aksi dan Salawatan
Salah satu bangunan yang rencananya juga akan dirobohkan oleh PT KAI besok. foto: arif kurniawan/ BANGSAONLINE

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Sekitar 80 pedagang hingga tukang becak dan tukang ojek yang berada di lokasi Stasiun Kediri terancam digusur, Rabu (23/3) besok. Itu dilakukan menyusul, sebanyak tiga kali PT KAI Daop 7 Madiun sudah melayangkan surat pemberitahuan kepada paguyuban Bosta (Bocah Stasiun) tertanggal 23 Maret 2016 untuk segera mensterilkan lokasi di wilayah Stasiun Kediri.

Adanya surat pemberitahuan tersebut, paguyuban yang juga termasuk warga Balowerti RT 29 RW 7 Kota Kediri, rencananya akan menggelar salawatan untuk menghadang penertiban yang dilakukan PT KAI.

Ketua Paguyuban Bosta Nowo Doso mengatakan, jika PT KAI Daop 7 Madiun tetap melakukan penertiban, maka puluhan anggota paguyuban akan melakukan aksi.

"Kita tetap berusaha menolak agar tidak terjadi penertiban seperti yang dilayangkan PT KAI. Kita akan menghadang dengan cara damai dengan menggelar saalawatan," ungkapnya, Selasa (21/3).

Lebih jauh, ia menjelaskan selama ini pihak paguyuban sudah mengajak audiensi dengan pihak PT KAI Daop 7 Madiun. Audensi tersebut juga dilakukan bersama Pemkot Kediri dan DPRD Kota Kediri. "Beberapa waktu lalu kita sudah beraudiensi di DPRD, namun kelihatannya pihak PT KAI belum ada titik temu," jelasnya.

Menurutnya, PT KAI Daop 7 Madiun sudah melanggar kesepakatan yang dilakukan audiensi beberapa waktu lalu. "Kemarin harusnya dilakukan audiensi kedua, tetapi kenapa PT KAI justru ingkar dan melayangkan surat ketiga," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kelurahan Balowerti, Kota Kediri, Najib Katuju mengaku kecewa dengan sikap yang dilakukan PT KAI Daop 7 Madiun. Sebab Pemerintah Kota Kediri juga ikut mempercantik lokasi Stasiun Kediri.

"Bangunan taman dari Prodamas di dekat stasiun itu juga salah satunya untuk mempercantik lokasi tersebut. Bahkan pembangunan aspal juga dari Pemkot Kediri," jelasnya.

Sejauh ini ada sekitar 80 anggota paguyuban Bosta yang mengais rejeki di areal kawasan depan Stasiun Kediri. Mayoritas anggota paguyuban mencari nafkah dari menjual dagangannya di depan stasiun, tukang ojek dan tukang becak. (rif)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Suparto Wijoyo
Rabu, 22 Mei 2019 11:24 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SAYA menyaksikan penuh kagum terhadap para kompetitor yang menyorong sekehendaknya. Dengan nyaman menikmati gelisah rakyat yang sangat mayoritas. Para promotor pertandingan tergiring dalam alun langkahnya dengan kosa laku yang...
Minggu, 26 Mei 2019 13:06 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag42. qul law kaana ma’ahu aalihatun kamaa yaquuluuna idzan laibtaghaw ilaa dzii al’arsyi sabiilaanKatakanlah (Muhammad), “Jika ada tuhan-tuhan di samping-Nya, sebagai-mana yang mereka katakan, niscaya tuhan-t...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Jumat, 17 Mei 2019 16:44 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...