Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim saat mengaji Kitab Al-Hikam dalam acara shalat malam dan istighatsah sekaligus doa bersama di kediaman Ning Imah di kawasan Pondok Pesantren Amantul Ummah Surabaya, Jumat (25/7/2025) Surabaya. Foto: bangsaonline
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, kembali mengundang para kiai dari berbagai daerah di Jawa Timur. Pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto itu menggelar salat malam berjemaah sebanyak 12 rakaat (enam kali salam). Kemudian dilanjutkan istighatsah dan doa bersama sekaligus kajian Kitab Al-Hikam karya Ibnu Atha’illah as-Sakandari.
“Kita doakan para pemimpin kita agar terhindar dari gangguan dan fitnah sehingga program-programnya yang berorientasi untuk kepentingan rakyat terealisasi dengan lancar dan sukses,” kata Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim kepada BANGSAONLINE, Jumat (25/7/2025) malam.
BACA JUGA:
- PWNU dan 23 PCNU se-Jawa Barat Dukung Kiai Asep Masuk AHWA
- Gubernur Khofifah Salurkan BLT DBHCHT Rp2,5 Miliar untuk 2.508 Buruh Linting Sampoerna Rungkut II
- Produksi Padi Jatim Naik, Gubernur Khofifah Optimis Surplus Beras
- Antre Sedekah Kiai Asep, Ratusan Orang Datang Sejak Pukul 3 Malam di Siwalankerto Surabaya
Acara yang berlangsung di kediaman Ning Imah, salah seorang putri Kiai Asep, di kawasan Pondok Pesantren Amanatul Ummah Jalan Siwalanketo Utara Surabaya itu dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Prawansa. Gubernur Khofifah ikut salat malam dan istighatsah sejak awal sampai selesai.
Khofifah sangat berterimakasih kepada Kiai Asep karena istiqamah mendokan dirinya dan Provinsi Jawa Timur. Bahkan Kiai Asep tidak hanya mendoakan Khofifah dan Jawa Timur tapi juga mendoakan Presiden Prabowo Subianto dan Indonesia serta Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra (Gus Bara).
Dalam acara itu Gubernur Khofifah juga menginformasikan problem-problem yang dihadapi sekaligus capaian-capaian kinerja pemerintah Jawa Timur kepada para kiai yang hadir, terutama kepada Kiai Asep. Diantaranya tentang penutupan jalan di Gunung Gumitir yang sekarang sedang menjadi perhatian masyarakat Jawa Timur.
Kiai Asep memimpin istighatsah dengan genre baru. Yaitu dzikir dan shalawat yang disertai penjelasan tentang manfaat dan hikmah dari masing bacaannya. Misalnya istighfar.
“Dengan membaca istighfar akan menghilangkan rasa susah dan gundah, berubah kebahagiaan dan keberhasilan, mendapatkan jalan keluar, dan mendapatkan rezeki yang tak terduga-duga,” kata Kiai Asep di depan para kiai yang datang dari Sidoarjo, Jombang, Surabaya, Mojokerto, Gresik, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, dan daerah-daerah lainnya.
Dalam kontek nasional, menurut Kiai Asep, istighfar akan melancarkan ekonomi pemerintah Indonesia. Kiai Asep juga mengajak para kiai membaca istihfarnya Nabi Yunus saat ditelan ikan: Laa ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minaddzalimin. Yang artinya: Tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.
Kiai Asep berharap Presiden Prabowo mengikuti jejak Khalifah Umar bin Abdul Aziz.
“Saat Umar bin Abdul Aziz menjadi khalifah, rakyatnya makmur dan tak ada yang punya hutang,” kata Kiai Asep yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PP Pergunu).
Menurut Kiai Asep, Umar bin Abdul Aziz hanya menjabat khalifah 2 tahun 9 bulan. Tapi rakyatnya makmur dan sejahtera. Umar bin Abdul Aziz memimpin rakyatnya dengan adil, bijaksana dan anti korupsi.
Bahkan semua rakyatnya kaya sehingga kesulitan untuk berzakat dan bersedekah karena tak ada orang miskin yang mau menerima zakat atau sedekah mereka.
Kiai Asep yakin Prabowo bisa seperti Umar bin Abdul Aziz. “Ini bisa jadi kenyataan jika Pak Prabowo dekat dengan ulama atau kiai. Pak Prabowo harus dua periode agar bisa merealisasikan program-programnya secara maksimal,” tegas putra KH Abdul Chalim, pendiri NU dan pejuang kemerdekaan RI yang pada 10 November 2023 mendapat anugrah gelar pahlawan nasional.
Dalam istighatsah itu Kiai Asep juga mengajak para kiai membaca Ya Lathif, hauqala, dan bacaan dzikir atau shalawat lainnya.
Kiai Asep juga mengajak para kiai melafadzkan doa penutup yang selalu dipanjatkan setiap doa yang dikabulkan oleh Allah SWT dan menjadi doa ahli surga. Yaitu washallahu ‘ala sayyidina Muhammadin wa’ala alihi washahbihi wasallam walhamdulillahi rabbil ‘alamin.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




