Kiai Asep Pimpin Shalat Malam, Istighatsah & Doa untuk Prabowo, Khofifah dan Gus Bara

Kiai Asep Pimpin Shalat Malam, Istighatsah & Doa untuk Prabowo, Khofifah dan Gus Bara Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim saat mengaji Kitab Al-Hikam dalam acara shalat malam dan istighatsah sekaligus doa bersama di kediaman Ning Imah di kawasan Pondok Pesantren Amantul Ummah Surabaya, Jumat (25/7/2025) Surabaya. Foto: bangsaonline

Istighatsah itu lalu ditutup dengan doa bersama yang dipimpin para kiai secara bergantian. “Doa pertama saya mohon Prof Dr KH Imam Ghazali Said,” pinta Kiai Asep kepada Kiai Imam Ghazali Said, pengasuh Pesantren Mahasiswa An Nur Wonocolo Surabaya.

Kiai Asep juga mempersilakan Syaikh Ahmad Mabruk dari Mesir untuk memimpin doa. 

Kiai Asep kemudian minta Dr KH Ahmad Sujak, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Timur yang juga Kepala Badan Pengelola Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, untuk memimpin doa berikutnya.

Kiai Asep juga minta Dr KH Mukhlis Muhsin, pengasuh Pondok Pesantren Al Anwar Modung Bangkalan Madura untuk memimpin doa.

Selain para kiai itu tentu Kiai Asep juga memimpin doa sendiri. “Kalau doa saya panjang karena saya ingin sempurna,” tutur kiai miliarder tapi dermawan yang selalu mengenakan baju putih itu.

Sementara dalam kajian Kitab Al-Hikam, Kiai Asep membahas tentang maqam tajrid dan maqam asbab. Maqam tajrid adalah konsep dalam ilmu tasawuf yang mengacu pada tingkatan manusia yang sudah mencapai tingkat spiritualitas tinggi. Yaitu hanya fokus dzikir dan ibadah atau taqarrub kepada Allah sehingga melepaskan diri dari urusan duniawi.

Sedangkan maqam asbab adalah konsep tasawuf yang mengacu pada seorang manusia yang beriteraksi dengan dunia melalui usaha dan ikhtiar. Artinya, manusia dalam maqam asbab mengikuti ritme hukum sebab akibat sesuai ketentuan Allah SWT. 

Maqam asbab, dengan demikian, adalah maqam manusia pada umumnya, yaitu berusaha dan bekerja dan memanfaatkan sarana duniawi sebagai kepatuhan terhadap Allah SWT.

“Dua maqam ini sama-sama baik,” kata Kiai Asep.

Acara shalat malam dan istighotsah ini digelar Kiai Asep secara rutin tiap bulan. Bahkan kadang dua kali dalam satu bulan. “Kita shalat malam untuk mendoakan keterkabulan hajat-hajat kita sendiri. Tapi kita juga berdoa untuk para pemimpin kita, Pak , Ibu dan Mas Bara,” kata Kiai Asep.

adalah putra pertama Kiai Asep yang kini menjabat Bupati Mojokerto. 

Acara itu dihadiri banyak kiai dan guru besar. Antara lain KH Riza Yusuf Hasyim dari Pesantren Tebuireng Jombang, KH Mas Manshur dari Pondok Pesantren Drosemo Surabaya, KH Abdul Mannan dari Pamekasan, Prof Usep Abdul Matin, PhD guru besar UIN Syarif Hidyatullah Jakarta,  KH Ahmad Jazuli, Asisten Umum Sekdaprof Jatim, Prof Dr Mas'ud Said, Ketua ISNU Jatim dan Muhammad Ghofirin, Sekjen OPOP.

Bahkan acara itu tidak hanya dihadiri kiai-kiai NU. Tapi juga para petinggi Muhammadiyah. Antara lain Prof Zainuddin Maliki, anggota LHKP PP Muhammadiyah, Dr Achmad Rubaie, Ketua Harian PAN Jatim, Ahmad Fachruddin, pengurus DPW PAN Jatim, Habib Syarief Hassan Mulahela,  dan para kiai serta tokoh lain.

Selain itu juga hadir para pengurus Muslimat NU Kota Surabaya dan beberapa daerah lain. Antara lain Kartika Hidayati, Ketua PC Muslimat NU Lamongan dan yang lain.

Juga hadir sebagian jajaran Kepala Dinas Pemprov Jatim.   (MMA)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Sedekah dan Zakat Rp 8 M, Kiai Asep Tak Punya Uang, Jika Tak Gemar Bersedekah':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO