Rabu, 17 Juli 2019 12:44

PTPN XI Ciptakan Varietas Tebu Toleran Kekeringan, Sanggup Hidup Meski Pengairan tak Teratur

Jumat, 04 Maret 2016 00:33 WIB
PTPN XI Ciptakan Varietas Tebu Toleran Kekeringan, Sanggup Hidup Meski Pengairan tak Teratur
Ir. Moch. Samsul Arifien, MMA.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - PTPN XI berhasil menciptakan varietas bibit tebu toleran kekeringan yang mampu menghasilkan kadar gula tinggi. Varietas tebu toleran kekeringan ini setelah PTPN XI melakukan riset mengingat lahan kering dan kekurangan air menjadi permasalahan umum pertanian Indonesia.

Apalagi wilayah pantai utara Jawa Timur yang memiliki iklim cenderung kering dan pengairan pun sulit dilakukan, sehingga produktivitasnya rendah. Melihat masalah-masalah tersebut, PTPN XI akhirnya memutuskan untuk meneliti dan mengembangkan sehingga menghasilkan sebuah produk yang mampu bertahan hidup di sebuah lahan yang terletak di wilayah beriklim kering, sekalipun tidak mendapatkan pengairan secara teratur. Produk yang dimaksud adalah tebu produk rekayasa genetika (PRG).

Selain Tebu Toleran Kekeringan, PTPN XI juga berhasil mendeteksi dini penyakit mosaik dengan teknologi protein rekombinan.

Head Of Research Affairs PTPN XI, Nurmala Darsono mengatakan tebu rekayasa genetika tersebut sudah terbukti meningkatkan hasil maksimal pada produksi sekaligus meningkatkan pendapatan para petani.

“Biasanya hanya menghasilkan tebu 54 juta ha/ tahunnya, namun kini bisa menghasilkan 65,4 juta ha/tahunnya,” ungkap Nurmala dalam sosialisasi produk bioteknologi kepada media di Surabaya belum lama ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Jatim, Ir. Moch. Samsul Arifien, MMA. yang ditemui di kantornya, mengatakan tebu varietas baru yang dihasilkan PTPN XI layak didukung. “Karena varietas NXI 4T cocok untuk lahan kering dan mudah dibudidayakan. Kemudian produktivitasnya sesuai dengan yang kita inginkan yakni di atas 70 ton/hektar,” kata Samsul kepada BANGSAONLINE, Jumat (5/02).

Ke depan, kata Samsul, penataan varietas akan terus dilakukan. “Penataan varietas artinya penanaman dilakukan di masa awal, tengah dan akhir. Kebetulan petani banyak menggunakan varietas pada masa akhir saja,” jelas Samsul.

Samsul menjelaskan, varietas yang dikembangkan itu dalam rangka untuk peningkatan produktivitas per hektar. karena areal tebu di Jatim turun. “Tahun 2014 areal lahan tebu masih di angka sekitar 219 ribu hektar, kini berkurang 4.000 hektar atau tersisa 215 ribu hektar,” ungkap Samsul.

Tapi di tahun 2015, tidak banyak petani tebu yang beralih ke komoditi lain seperti padi dan jagung. “Jadi petani tebu masih banyak yang militan menanam tebu walaupun tahun lalu rugi cukup besar dan baru sekarang bisa merasakan untung,” ujar Samsul.

Selain varietas tebu NXI 4T hasil riset PTPN XI, Samsul menyatakan, Bangkalan dan Sampang hingga saat ini menggunakan bibit tebu Plantula (Budchips) yang merupakan teknologi pembibitan tebu diadopsi dari Columbia. "Bibit tebu tersebut juga terbukti unggul," kata Samsul.

Hasil produksi tebu Madura itu, masih kata Samsul, rendemennya (kadar gula dalam batang tebu untuk menentukan banyaknya gula yang dihasilkan) bagus dengan rata-rata mencapai 8 persen. "Bahkan, ada petani di Sampang wilayah Utara ada yang mampu menorehkan rendemen cukup tinggi sampai 9,85 persen," ujarnya dengan bangga.

Samsul menambahkan, tingginya rata-rata rendemen tebu di Madura diiringi oleh meningkatnya produksi gula yang dihasilkan. Dari catatan Dinas Perkebunan Jawa Timur, produksi tebu di Madura rata-rata mencapai 576 kwintal per hektar dengan keuntungan yang didapat petani mencapai Rp 6 juta sampai Rp10 juta.

"Rendemen juga mengalami kenaikan. Tahun lalu rata-rata mencapai 8,2 persen. Tahun ini rendemen rata-rata ditargetkan 8,5 persen,” pungkas dia. (sby7/rev)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Sabtu, 06 Juli 2019 15:08 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...