Senin, 17 Juni 2019 09:11

Revisi UU KPK Ditunda, Aktivis Anti Korupsi di Sumenep Bersyukur

Senin, 22 Februari 2016 23:53 WIB
Wartawan: Rahmatullah
Revisi UU KPK Ditunda, Aktivis Anti Korupsi di Sumenep Bersyukur
Pegiat Sumenep Corruption Watch (SCW), Junaidi Pelor. foto: rahmatullah/ BANGSAONLINE

SUMENEP, BANGSAONLINE.com – Ditundanya revisi Undang-Undang (UU) KPK yang menjadi kesepatakan antara Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan DPR disambut baik oleh pegiat anti korupsi di Kabupaten Sumenep. Ditundanya pembahasan itu dianggap bentuk kepedulian terhadap penolakan dari berbagai kalangan, dan itu artinya kepedulian terhadap pemberantasan korupsi masih kuat.

Seperti diungkapkan pegiat Sumenep Corruption Watch (SCW), Junaidi Pelor. Dia menganggap langkah yang diambil Presiden Jokowi sudah tepat. Presiden Jokowi dinilai telah menunjukkan ketegasan dalam merespon penolakan dari berbagai kalangan terhadap rencana revisi UU KPK.

“Ini tentu saja angin segar. KPK memang harus dilindungi dari bentuk upaya apa pun yang ingin mengkerdilkan kewenangannya,” paparnya, Senin (22/2).

(Baca: Revisi UU KPK Bakal Jadi Bom Waktu, ICW: Jokowi Seharusnya Menolak, Bukan Menunda)

Junaidi menilai, revisi UU KPK berpotensi memasung kinerja lembaga anti rasuah itu untuk memberantas korupsi. Jika penyadapan KPK diawasi saat melakukan tugas, itu artinya sama saja tidak ada penyadapan. Misalnya KPK ingin melakukan penyadapan harus meminta izin dahulu terhadap dewan pengawas, maka penyadapan yang akan dilakukan berpotensi bocor ke pihak lain. Jika itu terjadi, maka upaya KPK menangkap koruptor bisa terhenti di tengah jalan.

Junaidi yakin, gelombang penolakan terhadap revisi UU KPK itu akan terus berlanjut. Untuk menghindari gejolak, dia berharap revisi UU KPK itu tidak pernah dilakukan oleh DPR.

“Meski ditunda, revisi UU KPK ini masih tetap menjadi prolegnas. Dan suatu waktu bisa saja dibahas. Saya pikir revisi itu ditiadakan saja. Biarkan KPK tetap bekerja seperti sebelum-sebelumnya,” tandasnya.

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Jumat, 31 Mei 2019 21:16 WIB
Penulis: Nabrisi Rohid*Tahapan Pemilu 2019 sudah berjalan lebih dari setahun. Pada 21 Mei 2019 dini hari, KPU telah menetapkan pemenang dalam Pemilu tahun ini. Setelah itu, muncullah berbagai gerakan untuk menolak hasil Pemilu. Gerakan tersebut dikem...
Minggu, 09 Juni 2019 23:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag53. Waqul li’ibaadii yaquuluu allatii hiya ahsanu inna alsysyaythaana yanzaghu baynahum inna alsysyaythaana kaana lil-insaani ‘aduwwan mubiinaan.Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, “Hendaklah mereka mengu...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Sabtu, 08 Juni 2019 16:07 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...