Minggu, 24 Januari 2021 09:42

Terdakwa Sandal Berlafadz Allah Dituntut Ringan, FPI Geruduk Kejari Gresik

Senin, 22 Februari 2016 16:43 WIB
Terdakwa Sandal Berlafadz Allah Dituntut Ringan, FPI Geruduk Kejari Gresik
PROTES: Massa FPI ketika menggeruduk kantor Kejaksaan Gresik. foto: syuhud/ BANGSAONLINE

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Massa FPI (Front Pembela Islam) Jatim menggeruduk kantor Kejari (Kejaksaan Negeri) Gresik, Senin (22/2). Mereka protes lantaran tidak puas dengan tuntutan yang dibacakan JPU (Jaksa Penuntut Umum) dalam sidang kasus sandal berlafadz Allah di PN (Pengadilan Negeri) Gresik.

Dalam sidang tersebut, diketahui terdakwa dituntut 1 tahun 6 bulan. "Tuntuan maksimal 5 tahun penjara, apa alasan JPU cuma menuntut terdakwa Nanang Kurniawan hanya 1 tahun 6 bulan? Andaikan JPU menuntut 5 tahun saja kita masih sakit hati, ini malah 1,5 tahun," teriak Ali Fahmi, Wakil Ketua Bidan Organisasi, DPD FPI Jawa Timur ketika di Kantor Kejari Gresik, Senin (22/2).

Lebih lanjut Ali menjelaskan, kasus sandal berlafadz Allah adalah kasus besar yang jelas-jelas telah melecehkan agama. "Kenapa cuma dituntut satu tahun enam bulan? Pencuri kayu saja lebih berat dari tuntutan ini. Ini ada apa dengan Kejaksaan? Ini pelecehan agama!," tegasnya.

Sementara Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Gresik, Adi Wibowo, tidak bisa banyak menjelaskan terkait pertanyaan pengunjuk rasa. Saat dialog bersama FPI di ruang Kasi Intel, Adi hanya bisa menjelaskan bahwa terkait tuntutan tersebut karena terdakwa sudah meminta maaf terhadap MUI (Majelis Ulama Indonesia).

Selain itu, terdakwa juga telah mengakui apa yang terdakwa perbuat adalah insiatif terdakwa. "Atas tuntutan satu tahun enam bulan karena menimbang terdakwa sudah meminta maaf kepada MUI, kepada umat islam melaluhi media masa dan MUI sudah memaafkan," ujarnya.

Yang menarik, saat ditanya ditanya oleh pengunjuk rasa siapa yang membuat tuntutan ini lebih ringan dari perkara pidana lainya, Kasi Pidum menjawab bahwa hal tersebut prosedur dari atasan. Namun, pihaknya enggan menyatakan siapa atasan tersebut. "Ini sudah prosudur dari atasan. Jadi kami hanya melaksanakan," pungkas Adi Wibowo.

Tak puas dengan jawaban Kejaksaan akhirnya FPI membubarkan diri. Namun pihaknya berjanji akan datang lagi dengan massa yang lebih banyak pada sidang lanjutan nanti. (hud/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Minggu, 17 Januari 2021 10:07 WIB
Oleh: M. Aminuddin --- Peneliti Senior Institute for Strategic and Development Studies (ISDS)--- Di awal tahun 2021 ini Kemendikbud telah merelease tekadnya untuk melanjutkan apa yang disebutnya sebagai transformasi pendidikan dan pemaju...
Sabtu, 16 Januari 2021 19:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*50. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa kaana mina aljinni fafasaqa ‘an amri rabbihi afatattakhidzuunahu wadzurriyyatahu awliyaa-a min duunii wahum lakum ‘aduwwun bi/sa lil...
Sabtu, 26 Desember 2020 12:03 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...