Rabu, 21 Agustus 2019 06:29

Usul Cak Imin soal Gubernur Dipilih DPRD Sulit Terealisasi

Rabu, 10 Februari 2016 03:14 WIB
Usul Cak Imin soal Gubernur Dipilih DPRD Sulit Terealisasi
Hari Purwanto

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengeluarkan tujuh rekomendasi di Mukernas Jakarta belum lama ini. Satu di antaranya adalah usulan melaksanakan pemilihan gubernur secara tak langsung atau melalui DPRD. Usulan itu sontak menimbulkan kontroversi karena sebelumnya PKB adalah salah satu partai yang mati-matian menolak usulan sistem pemilihan tak langsung yang diusung partai-partai anggota Koalisi Merah Putih (KMP) di DPR RI. Publik juga menilai wacana itu sarat kepentingan politik kelompok, bahkan keluarga, karena Abdul Halim Iskandar yang notabene kakak kandung Ketua Umum PKB, Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) salah satu kandidat cagub Jatim di Pilgub 2018.

(Baca: Pilgub Jatim 2018: Cak Imin Usul Gubernur Dipilih DPRD untuk Kepentingan Kakaknya)

Hari Purwanto, Direktur Studi Demokrasi Rakyat (SDR) menilai wacana yang dilontarkan PKB itu sulit direalisasikan. Karena untuk mengubah sistem pemilihan dari langsung menjadi tidak langsung atau lewar DPRD harus melalui revisi Undang-Undang Pilkada lewat paripurna DPR RI. Hal itu jelas tidak mudah mengingat program legislasi nasional (Proglenas) tahun 2016 sudah berjalan. Sementara banyak rancangan undang-undang (RUU) yang antri untuk masuk prolegnas 2017 dan 2018.

“Saya kira wacana pemilihan gubernur lewat DPRD itu sulit direalisasikan karena saat ini banyak RUU prioritas yang antri untuk dibahas Badan Legislasi (Banleg), sehingga sulit memasukan revisi UU Pilkada dalam prolegnas sampai dua tahun ke depan,” urai Hari Purwanto kepada Didi, wartawan bangsaonline.com, Selasa (9/2).

Mantan aktivis Front Aksi Mahasiswa untuk Reformasi dan Demokrasi (FAMRED) yang aktif mengkritisi rezim Orde Baru ini menambahkan, lobi-lobi politik juga sulit dilancarkan oleh Fraksi PKB terhadap fraksi-fraksi lain di DPR RI. Mengingat, fraksi-fraksi yang dahulu mengusulkan pilkada tak langsung saat ini telah berubah arah politik.

Hari menyontohkan Fraksi Partai Gerindra yang dahulu menjadi motor untuk menggolkan RUU Pilkada Tak Langsung, saat ini justru menikmati banyak kemenangan pada pilkada serentak tahun 2015 silam yang digelar secara langsung. Terbukti, sekitar 44 persen calon yang diusung dan didukung oleh partai pimpinan Prabowo Subianto itu meraih kemenangan.

“Masih ada peluang PKB untuk merevisi UU Pilkada, asal mereka bisa melobi fraksi-fraksi yang ada di DPR RI. Namun peluangnya sangat kecil, sebab partai politik yang dahulu mengusung wacana pilkada tak langsung, saat ini sudah tak bernafsu sistem pemilihan langsung. Mereka justru menikmati banyak kemenangan pada pilkada langsung pada 2015 lalu,” beber alumni FISIP Universitas Moestopo, Jakarta ini.

Koordinator relawan Prabowo-Hatta pada Pilpres 2014 itu memprediksi suara PKB akan turun pada pemilu 2019 kalau mereka terus ngotot memperjuangkan pilkada tak langsung. Alasannya, rakyat merasa dikhianati dan merasa kedaulatannya dirampas oleh segelintir elit partai yang ada di DPRD. Selain itu, masyarakat akan semakin mafhum kalau PKB jauh dari nilai-nilai yang diajarkan Gus Dur seperti demokrasi dan pluralisme.

Ia mensinyalir, wacana pemilihan tak langsung dan pembubaran Dewan Perwakilan Daerah (DPD) hanyalah bargaining politik PKB kepada pemerintah, sekaligus memperlihatkan sebagai partai politik PKB masih punya nyali untuk berbeda pendapat dengan pemerintah. Apalagi belakangan nama Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan Marwan Jafar, kader PKB yang saat ini menjabat Menteri Desa disebut-sebut dalam kasus dugaan korupsi yang sedang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Saya yakin Cak Imin sedang melakukan bargaining politik dengan penguasa. Mereka ingin menunjukkan kesolidan mereka sebagai partai politik. Dengan begitu, setidaknya Presiden Jokowi akan berpikir dua kali kalau ingin mendepak kader PKB dari kabinet. Selain itu, Cak Imin juga berharap pencalonan kakaknya di Jatim juga mendapat dukungan penguasa," pungkas Hari Purwanto. (mdr) 

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 09 Agustus 2019 19:52 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Kediri memiliki destinasi wisata baru bernama Dewi Cemara. Obyek wisata berbasis pertanian dan peternakan di Desa Kedung Malang, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri ini telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...