Senin, 12 April 2021 19:06

Ditemukan, Momen Pembantaian Manusia era Prasejarah

Kamis, 21 Januari 2016 11:29 WIB
Editor: choirul
Ditemukan, Momen Pembantaian Manusia era Prasejarah
Foto saat peneliti melakukan penggalian, dan posisi fosil perempuan hamil 9 bulan yang dibantai. Serta ilmuan peneliti Dr Marta Mirazon Lahr and Prof Robert Foley. foto:repro mirror.co.uk

LONDON, BANGSAONLINE.com – Arkeolog menemukan momen pembantaian manusia, di era prasejarah. Fosil tulang belulang pria, wanita dan anak-anak, ditemukan di sepanjang tepi laguna.

Setidaknya beberapa korban, termasuk seorang wanita di tahap terakhir kehamilan, memiliki tangan terikat ke bagian belakang kepala, lutut dan tungkai hancur dan torso ditindik.

Setidaknya, ini gambaran kengerian, di mana 27 orang meninggal, terjadi sekitar 10.000 tahun yang lalu. Saat itu manusia hidup nomaden sebagai pemburu-pengumpul. Delapan di antaranya perempuan, dan enam anak-anak.

Para ahli percaya,ini adalah bukti awal bahwa perang zaman prasejarah telah terjadi untuk perebutan wilayah subur.

BACA JUGA : 

​Reksa Natura Indonesia Jadi Tuan Rumah Pameran Keris dan Uji Kompetensi Batik

Menikmati Aura Mistis Museum Sejarah dan Budaya Unair, Selain Keris Joko Tingkir, ini Koleksinya

​Berpakaian Sakera saat Upacara HUT RI, Mahfud MD: Sekarang Anak Tukang Sate Bisa Jadi Jenderal

Mahasiswa Jurusan Pendidikan Seni Tari Unnes Gelar Kemilau Tari Jawa Tengah

Para ahli percaya,ini adalah bukti awal bahwa perang zaman prasejarah telah terjadi untuk perebutan wilayah subur.

Adegan pembantaian ini ditemukan di Nataruk, sebuah situs penggalian, berjarak 19 mil sebelah barat dari Lake Turkana di Kenya.

Sepuluh kerangka menunjukkan tanda-tanda yang jelas dari kematian kekerasan, termasuk tengkorak hancur, tangan patah, lutut dan tulang rusuk, luka panah, dan tips proyektil batu bersarang di tengkorak dan dada.

Beberapa mayat terkubur dalam laguna, yang telah lama kering. Tulang-tulang mereka diawetkan dalam sedimen.

Dijelaskan dalam jurnal Nature, korban mungkin satu keluarga besar yang diserang dan dibunuh oleh kelompok saingan.

Peneliti utama Dr Marta Lahr Mirazon, dari Cambridge University Leverhulme Pusat Studi Evolusi Manusia, mengatakan: "Kematian di Nataruk adalah kesaksian kuno kekerasan antar kelompok dan perang. Ini sisa-sisa manusia merekam pembunuhan yang disengaja, dari sebuah kelompok kecil pengumpul tanpa pemakaman yang disengaja. Dan memberikan bukti unik bahwa perang memang terjadi di era prasejarah."

Situs ini pertama kali digali pada tahun 2012, dan menganalisis semua temuan dengan radiokarbon dan teknik lainnya, untuk menemukan akurasi tahun kejadian.

Yang paling mengerikan dari semua, sisa-sisa janin enam sampai sembilan bulan tua ditemukan dari rongga perut dari korban wanita. Dia ditemukan dalam posisi duduk yang tidak biasa, menunjukkan bahwa tangan dan kakinya telah diikat, dan lututnya rusak.

Co-penulis Profesor Robert Foley, juga dari Leverhulme Centre, mengatakan: "Aku tidak ragu ini tindakan agresif dan mematikan.”

Sumber: mirror.co.uk
5 Kios Pasar Ranggeh Pasuruan Rusak Tertimpa Pohon
Sabtu, 10 April 2021 02:59 WIB
Pasuruan, BANGSAONLINE.com - Sebuah Pohon Trembesi roboh menimpa Pasar Ranggeh di Desa Karangsentul Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.Akibatnya, 8 kios milik pedagang rusakDelapan kios milik pedagang yang rusak itu terdiri dari toko kelontong, pertanian...
Minggu, 11 April 2021 18:27 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan mulai Sabtu (10/4) kemarin melakukan uji coba pembukaan tempat wisata andalan Kabupaten Kediri. Di antaranya Wisata Besuki Irenggolo yang te...
Senin, 12 April 2021 09:01 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Eat Just –perusahaan San Francisco - di Singapura memproduksi “ayam buatan”. Dibuat dari biji sel ayam beneran. Hanya dalam 14 hari sudah jadi “daging ayam”. Siap santap. Padahal untuk memelihara ayam seca...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Jumat, 09 April 2021 09:59 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...