Secangkir Kopi Mirna Bisa Tewaskan 25 Orang Seketika

Secangkir Kopi Mirna Bisa Tewaskan 25 Orang Seketika Polisi menggelar pra-rekonstruksi kematian Wayan Mirna Salihin di Kafe O, Grand Indonesia, Jakarta Pusat. foto: kompas

Di sisi lain, Pengacara Jessica Wongso, Yudi Wibowo Sukitno menyebut kliennya depresi. Yudi mengungkapkan itu saat mendampingi Jessica, teman nongrkong Mirna, menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Selasa (19/1).

Menurut Yudi, Jessica menjadi depresi karena melihat pemberitaan di media yang menyudutkan dirinya. "Dia itu depresi karena pemberitaan di media. Dia itu tidak berbuat salah," kata Yudi kepada wartawan di Polda Metro Jaya.

Dia menjelaskan bagaimana kronologi awal mula pemesanan kopi yang menewaskan Mirna Salihin di Olivier Cafe, Grand Indonesia, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu. Polisi memastikan jika kopi yang ditenggak Mirna mengandung zat kimia berbahaya jenis sianida.

Yudi menceritakan, hubungan persahabatan empat orang yakni Jessica bersahabat dengan Wayan Mirna, Hani, dan satu orang yang belum diketahui namanya, saat mereka masih menjadi mahasiswi di sebuah perguruan tinggi Billy Blue College di universitas Australia. Jessica memilih Fakultas Design berbeda dengan sahabatnya yang lain.

"Saya tidak tahu mereka (teman Jessica) Fakultas apa saja," ucap Yudi kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Selasa (19/1).

Mereka berempat kemudian lulus pada tahun 2008. Saat semua teman pulang ke Indonesia Jessica memilih menetap di Australia. Jessica bekerja sebagai Design Grafis di Negeri Kangguru tersebut.

Kemudian Jessica pulang pada 5 Desember 2015 dan hendak mencari pekerjaan di Indonesia. Lalu mereka berempat berencana untuk kumpul kembali di kafe Olivier Grand Indonesia pada 6 Januari 2015.

"Sebelumnya mereka berkomunikasi melalui WhatsApp untuk mencari tempat bertemu," ujar Yudi.

Lalu, Mirna memilih Mal Grand Indonesia sebagai tempat pertemuan. Jessica sampai lebih dulu di lokasi, tiga sahabatnya lalu menyusul datang, karena tidak tahu dia pun kemudian berkeliling GI terlebih dulu.

Jessica menawarkan dua kafe pada sahabatnya itu. Kemudian, Mirna lah yang menentukan mereka berkumpul di Kafe Olivier GI dengan alasan Mirna sudah sering datang ke kafe itu.

Jessica kemudian mendatangi kafe yang dimaksud, lalu pelayan segera mengantarkan ke mejanya dan Jessica memesan tiga minuman. "Satu temannya enggak bisa datang karena masih kerja," terang Yudi.

Jessica langsung membayar minuman tersebut dengan alasan ingin mentraktir sahabat lamanya itu. Jessica juga tidak tahu menahu tentang budaya di kafe tersebut jika pembayaran bisa dilakukan nanti. "Jessica mengira kafe tersebut semacam restoran cepat saji," paparnya.

Selain itu, sambung Yudi, karena selama ini ketika mereka berkumpul selalu Mirna yang mentraktir. Maka ketika ada kesempatan, Jessica gunakan untuk membayar lebih dulu sehingga saat Mirna datang dia tidak lagi membayar.

"Sambil menunggu Jessica duduk saja, sambil main handphone, dia tidak menyangka bakal terjadi peristiwa seperti itu," tutup Yudi. (mer/kcm/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Ditjen Bea Cukai Ditegur Menkeu Terkait Oknum Penjual Pita Rokok':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO