Senin, 22 Juli 2019 07:24

Hampir Semua Desa di Trenggalek belum Membuat APBDes, Anggota Dewan Geram

Senin, 18 Januari 2016 16:31 WIB
Hampir Semua Desa di Trenggalek belum Membuat APBDes, Anggota Dewan Geram
Anggota Komisi II DPRD Trenggalek, M. Hadi. foto: herman/ BANGSAONLINE

TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Hasil kunjungan kerja dalam daerah komisi II bidang perekonomian DPRD Trenggalek selama 4 hari ke belakang menemukan berbagai catatan penting, salah satunya tentang APBDes tahun 2016 yang belum dilaksanakan sama sekali oleh hampir sebagian desa yang tersebar di kabupaten Trenggalek.

Menurut M. Hadi, anggota komisi II DPRD Trenggalek asal PKB (Partai Kebangkitan Bangsa), selama dirinya dan rekan sejawatnya menggelar kunjungan kerja ke empat desa antara lain Pogalan, Gandusari, Bendorejo dan Dawuhan, terkuak bahwa APBDes tahun 2016 di empat desa tersebut sama sekali belum dilaksanakan.

“Ini artinya pelaksanaan pembangunan di desa bisa terhambat karena tidak segera dibuat APBDes-nya. Ya yang dirugikan pastilah masyarakat desa. Mestinya APBdes itukan dibuat dan disahkan oleh desa sekitar bulan desember tahun 2015 yang lalu, tapi kenapa hingga memasuki awal tahun 2016 APBDes masih saja belum disahkan oleh pihak desa. Ini wajib loh,” sesalnya di gedung DPRD Trenggalek 18 januari 2015.

Selain M. Hadi, anggota komisi II lainnya, Sumarno asal PAN (Partai Amanah Nasional) juga memberikan komentar sinis pada pihak eksekutif, dalam hal ini kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas).

Menurutnya, selama melakukan kunjungan empat hari ke empat desa itu, ia sempat merasa heran kenapa APBDes belum juga di buat oleh pemerintah desa. Usut punya usut, menurut pengakuan beberapa perangkat desa, ternyata mereka tidak berani membuat APBDes lantaran belum ada payung hukum seperti perda dan perbup.

“Payung hukum berupa perda tentang pemerintahan desa itu kan sudah kita sahkan di akhir tahun 2015 yang lalu. Nah, bila sekarang pemerintah desa beralasan demikian, itu artinya belum ada sosialisasi dari pihak Bappemas,” ujarnya.

Sumarno berharap agar pihak Bapemas secepatnya menggelar sosialisasi tentang pemerintahan desa dengan tujuan agar pemerintah desa segera membuat APBDes yang pada akhirnya bisa di realisasikan pada pembangunan desa. (man/rev)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...