Sabtu, 17 Agustus 2019 23:05

Ratusan Mahasiswa STAIN Kediri Demo, Tolak Pendirian Fakultas Baru

Selasa, 05 Januari 2016 12:54 WIB
Ratusan Mahasiswa STAIN Kediri Demo, Tolak Pendirian Fakultas Baru
Ratusan mahasiswa STAIN Kediri saat menggelar aksi unjuk rasa di halam kampus mereka. foto: arif kurniawan/ BANGSAONLINE

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Sekitar 120 mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kediri menggelar aksi unjuk rasa di halaman kampus mereka jalan Sunan Ampel kelurahan Ngrongggo Kota Kediri, Selasa (5/12) pagi.

Aksi unjuk rasa dilakukan pasca adanya rumor pembukaan jurusan baru dan juga dilantiknya salah satu dosen menjadi kepala Jurusan. "Ini pembodohan, tidak ada sosialisasi dan juga koordinasi dengan dosen lain," ujar Riski salah satu mahasiswa STAIN Kediri dalam orasinya.

Dalam orasinya yang juga membentangkan poster dan juga sempat membakar ban bekas ini, Riski meneriakkan tidak ingin dipecah dan tetap berada di bawah naungan Ushuluddin. "Kami tidak mau dipecah, biarkan kami tetap di bawah Ushuluddin," teriaknya.

Setelah berorasi sekitar 15 menit, ratusan mahasiswa sempat menggelar sweeping untuk mencari pimpinan STAIN kediri di ruangannya. Akhirnya setelah ketemu, mereka menggelar dialog.

Ketua STAIN Kediri Nur Chamid mengatakan, adanya aksi unjuk rasa merupakan bentuk miss komunikasi saja. "Hanya miss komunikasi, nanti akan kami klarifikasi dan kita coba akomodir tuntutan mereka," ujarnya.

Kata Nur Chamid, langkah membuka jurusan baru yakni jurusan Dakwah dan Komunikasi merupakan amanah dari Peraturan Menteri Agama nomor 41 tahun 2013 tentang organisasi dan tata kerja STAIN Kediri. "Dalam pasal 10 dijelaskan STAIN Kediri bisa membuka 4 jurusan. Yakni, Tarbiyah, Syariah dan Ekonomi Islam, Dakwah dan komunikasi serta Ushuluddin. Selama ini, kita masih menerapkan 3 jurusan saja dan tahun ini rencananya kita membuka jurusan baru yakni Dakwah dan komunikasi Islam," jelasnya.

Setelah mendapatkan penjelasan, ratusan mahasiswa akhirnya menerima dan membubarkan diri. (rif/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 09 Agustus 2019 19:52 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Kediri memiliki destinasi wisata baru bernama Dewi Cemara. Obyek wisata berbasis pertanian dan peternakan di Desa Kedung Malang, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri ini telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...