Keanekaragaman Budaya Maulid, dari Festival Endog-endogan hingga Kanduri Pang Ulee

Keanekaragaman Budaya Maulid, dari Festival Endog-endogan hingga Kanduri Pang Ulee Pedagang pernak pernik bunga Maulid di kios Pasar Banyuwangi, Jawa Timur. (ft: antara)

Dilaporkan Sumbar Online, kajombong dibuat oleh pihak penyumbang dari lingkungannya. Setelah semua uang kertas itu dilekatkan pada ranting-ranting, membentuk pohon, beramai-ramai diantarkan ke masjid yang melaksanakan peringatan Maulid Nabi.

Kajombong yang bisa mencapai ketinggian 1,5 meter, bisa memuat uang hingga Rp1 juta bahkan lebih. Uang sumbangan itu kemudian digunakan untuk membangun atau merenovasi masjid.

Di ujung barat nusantara, Aceh misalnya, dikenal dengan sebutan Kanduri Maulod atau Kenduri Maulid. Masyarakat Aceh menyebut acara ini sebagai peringatan hari kelahiran Pang Ulee (penghulu alam) Nabi Muhammad SAW. Karena itu kenduri ini sering juga disebut Kanduri Pang Ulee.

Dikisahkan di situs gampong (desa) Pohroh, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, dalam banyak tradisi budaya yang berkembang di masyarakat Aceh, memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan yang terbesar dan paling lama, yaitu selama tiga bulan.

Kenduri Maulid yang dilaksanakan pada bulan Rabiul Awal disebut Maulod Awai (Maulid Awal) yang dimulai 12 Rabiul Awal sampai berakhirnya bulan Rabiul Awal.

Sedangkan yang dilaksanakan pada bulan Rabiul Akhir disebut Maulod Teungoh (Maulid Tengah), dimulai pada 1 Rabiul Akhir sampai berakhirnya bulan Rabiul Akhir.

Selanjutnya, Kenduri Maulid pada bulan Jumadil Awal disebut Maulod Akhee (Maulid Akhir) yang dilaksanakan sepanjang bulan Jumadil Awal.

Dijelaskan pula bahwa acara Kenduri Maulid biasanya dilaksanakan di mushola atau masjid. Hidangan yang tersedia dibawa para jamaah dari rumah, disantap bersama-sama setelah memanjatkan doa bersama.

Tapi ada satu pantangan saat Kenduri Maulid, yaitu makanan yang disediakan harus dihabiskan. Jika masih tersisa, harus dibawa pulang. Makanan kenduri pantang ditelantarkan karena ini adalah sedekah. (dur/beritagar)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Ritual Larung Sesaji di Dam Baduk Desa Malangsari Tetap Lestari':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO