Bangkai Pesawat Golden Eagle yang jatuh. foto: merdeka.com
Presiden waktu itu, Susilo Bambang Yudhoyono yang menyaksikan langsung atraksi T-50i di Lapangan Udara Halim Perdanakusuma pun langsung terpukau.
Dikutip dari indomiliter.com, pesawat T-50i Golden Eagle masuk dalam kelompok penempur taktis. Pesawat dari 'keluarga' T-50 ini mendapat predikat lightweight multirole fighter.
TNI AU membeli T-50i untuk mengganti pesawat Hawk MK-53 yang dioperasikan di Skadron Udara 15 Lanud Iswahjudi dan sudah 35 tahun menjaga langit Indonesia.
Hadirnya pesawat T-50i melengkapi keberadaan Hawk 109 dan Hawk 209 sebagai jet tempur lapis kedua. Khusus untuk T-50-i juga digunakan sebagai lead in fighter trainer atau jet latih lanjut bagi calon penerbang tempur, seperti Sukhoi dan F-16.
Pesawat T-50i mampu terbang dengan kecepatan 1.600 kilometer per jam. Disebut juga jet serang ramping dengan spesifikasi panjang 43 kaki, lebar sayap 31 dan tinggi 16 kaki.
Saat ini TNI AU memiliki 16 unit T-50i yang memperkuat Skadron Udara 15. Pesawat-pesawat T-50i sudah tampil dalam beberapa acara kedirgantaraan seperti HUT TNI, latuan gabungan TNI dan Airshow lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




