Wakil Rais Aam PBNU, K.H. Afifuddin Muhadjir. Foto: Ist
“Begitu kompleksnya persoalan yang dihadapi bangsa ini menjadi bagian tanggung jawab NU dalam dedikasi perkhidmatan terhadap agama, umat, nusa, dan bangsa,” katanya.
Ia menekankan pentingnya optimalisasi Lazisnu sebagai lembaga filantropi, penguatan dakwah Ahlussunnah wal Jamaah di era digital, serta pemanfaatan teknologi untuk memperkuat ideologi dan ajaran agama.
“Kita akan tertinggal ke depan karena di depan kita ada generasi Z yang akan menentukan masa depan agama, bangsa, dan negara kita,” ucapnya.
KH Anwar juga menyoroti potensi besar warga NU di berbagai bidang yang perlu diakomodasi agar memberi manfaat lebih luas.
“Itu penting diakomodasi, jangan biarkan mereka tercecer. Itu potensi besar yang bisa memberi manfaat, hanya tinggal dikoordinir saja,” ujarnya.
Keduanya berharap Munas-Konbes NU 2026 mampu melahirkan keputusan strategis yang memperkuat peran NU dalam menjawab tantangan zaman dan memberikan kontribusi nyata bagi umat serta bangsa. (uji/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




