Munas-Konbes NU Berakhir di Kediri, Penutupan di Bangkalan Dijadwalkan Dihadiri Prabowo

KEDIRI,BANGSAONLINE.com -  Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kecamatan Mojo resmi berakhir.

Selanjutnya, rangkaian Munas dan Konbes NU akan ditutup di Bangkalan, Madura, pada 23 Juni 2026. Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan hadir dalam acara penutupan tersebut.

Sekretaris Steering Committee (SC) Munas-Konbes NU 2026, Prof. Mohammad Nuh, dalam konferensi pers di Ponpes Al-Falah Ploso, Senin (22/6/2026), mengatakan Munas dan Konbes NU 2026 akan ditutup secara resmi di Bangkalan dengan dihadiri langsung oleh Presiden RI.

Prof. Mohammad Nuh mengatakan pemilihan Bangkalan sebagai lokasi penutupan memiliki nilai spiritual dan historis yang kuat bagi warga Nahdliyin.

"Kami ingin mengawinkan kesejarahan, supaya generasi muda tidak lupa, bahwa sejarah NU tidak bisa dilepaskan dari Syeikhona Kholil Bangkalan dan Hadratusssyekh Hasyim Asy'ari. Ini adalah Muktamar pertama di awal abad kedua NU, jadi kita mulai dari akar sejarahnya," ujar Mohammad Nuh.

Menurutnya, rangkaian penutupan akan diawali dengan ziarah ke Pasarean (Makam) Syeikhona Kholil, dilanjutkan istigasah, kemudian ditutup dengan acara puncak yang dijadwalkan berlangsung pukul 14.00 WIB hingga 16.00 WIB.

Terkait lokasi Muktamar NU yang akan digelar pada Agustus 2026 mendatang, Prof. M. Nuh menjelaskan salah satu keputusan penting dalam Munas dan Konbes kali ini adalah penetapan waktu dan tempat pelaksanaan Muktamar NU ke-35.

Mohammad Nuh memastikan Muktamar NU akan berlangsung pada 1-5 Agustus 2026. Namun, lokasi pelaksanaannya masih belum diputuskan.

Hingga kini terdapat lima daerah yang mengajukan diri sebagai tuan rumah, yakni Nusa Tenggara Barat (NTB), Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Sumatera Barat.

Masih menurut Prof. M. Nuh, khusus Jawa Timur, sejumlah lokasi yang masuk dalam radar survei antara lain Pondok Pesantren Lirboyo di Kediri, kawasan Asembagus di Situbondo, serta kawasan Sunan Ampel Surabaya. Penetapan lokasi Muktamar ditargetkan rampung pada akhir Juni 2026.

"Kami menilai (tempat Muktamar NU) berdasarkan empat kelayakan: kelayakan infrastruktur/sarana-prasarana, kelayakan keamanan, kelayakan finansial, dan yang paling khas di NU adalah kelayakan spiritual melalui jalur istikharah," beber M. Nuh.

Prof. Mohammad Nuh berharap Muktamar NU 2026 dapat berlangsung dalam suasana yang sejuk, damai, dan bermartabat.

Menurutnya, dinamika organisasi harus dijalankan secara bijak dengan memilih pemimpin yang memiliki kapasitas dan mampu menjawab kebutuhan NU di masa depan. (uji/van)