SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Aksi sejumlah kelompok Bonek menggeruduk Jalan Kedung Sroko, Tambaksari, setelah penangkapan dua pemuda yang diduga terlibat dalam kasus penusukan yang menewaskan satu orang dan melukai satu lainnya,
Sebelumnya, polisi menangkap dua pemuda bernama Nabil (22) dan Rama (19), warga Jalan Kedung Sroko Gang VII.
Setelah penangkapan tersebut, sejumlah kelompok Bonek mendatangi kawasan Jalan Raya Kedung Sroko dan menutup tulisan bertuliskan "SETARA" yang tertera di salah satu tembok.
Setelah melakukan penyelidikan, Polsek Tambaksari bersama Unit Jatanras Polrestabes Surabaya berhasil mengidentifikasi para terduga pelaku.
Kedua pemuda tersebut kemudian ditangkap di Kabupaten Sumenep, Madura, pada Sabtu (20/6/2026) dini hari.
Pada hari yang sama, Nabil dan Rama dibawa petugas ke rumah mereka di Jalan Kedung Sroko Gang VII untuk keperluan pencarian barang bukti yang diduga berkaitan dengan tindak pidana tersebut.
Dalam proses penggeledahan, petugas menemukan sejumlah barang yang diduga digunakan saat kejadian, berupa jaket hitam, helm putih, dan sebilah celurit yang disebut memiliki kemiripan dengan barang yang terekam dalam video yang beredar di media sosial.
Namun, pascapenangkapan tersebut, Rama diketahui telah kembali ke rumahnya pada Sabtu (20/6/2026) malam sekitar pukul 19.00 WIB.
Informasi itu disampaikan Uus, warga Jalan Kedung Sroko, yang mengaku melihat langsung kedatangan Rama.
"Warga kaget melihat Rama dipulangkan dan diantar oleh mobil hitam, pada hari Sabtu malam," ujarnya, Senin (22/6/2026).
Kabar kepulangan Rama kemudian menyebar dan diketahui sejumlah kelompok Bonek Surabaya.
Tak lama berselang, sejumlah anggota komunitas suporter tersebut mendatangi kawasan Jalan Kedung Sroko pada Sabtu malam hingga Minggu (21/6/2026) dini hari.
"Jadi pada malam Sabtu menjelang Minggu dini hari, para kelompok mendatangi Kedung Sroko. Kira kira ada 25 motor yang berada di sekitaran Jalan Kedung Sroko, tapi tidak lama," tambah Uus.
Aksi serupa kembali terjadi pada Minggu pagi ketika sejumlah Bonek kembali mendatangi kawasan tersebut.
Mereka kemudian menutup dan mengecat ulang tulisan "SETARA" yang berada di tembok Jalan Raya Kedung Sroko.
"Jadi yang Minggu pagi itu para bonek Surabaya datang kembali lalu mengecat tulisan gangster SETARA di raya Kedung Sroko dan mengecat kembali dengan tulisan 'Surabaya Tidak Ada Gagster'," pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, aksi penusukan terjadi di Jalan Sumatra, sekitar kawasan Hotel Sahid, Tambaksari, Surabaya, Kamis (18/6/2026) sekitar pukul 01.00 WIB.
Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang pemuda asal Karangpilang meninggal dunia, sementara seorang pemuda asal Sepanjang mengalami luka parah. (rus/van)










