SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Aksi pembacokan terhadap 2 petugas parkir di Diskotik Ambyar yang berdekatan dengan Cafe TGC oleh kelompok debt collector (DC) pada Sabtu (25/7/2025) dini hari berbuntut panjang. Peristiwa ini menyebabkan 3 orang luka-luka, termasuk dua valet dan seorang anggota DC.
Korban valet, F (25) asal Tulungagung mengalami luka bacok di bahu dan punggung, sementara D (28) dari Jombang menderita luka sobek di punggung bawah.
Keduanya dirawat di RSUD Dr. Soetomo. Sedangkan terduga DC, RM, mengalami putus jari kelingking kiri dan dirawat di RSUD Dr. Soewandi.
Kanit Reskrim Polsek Genteng, Iptu Vian Wijaya, membenarkan laporan korban dengan nomor LP/B/125/VII/2026/RESKRIM/POLRESTABES/SPKT POLSEK GENTENG.
“Benar, korban sudah laporan setelah kejadian. Saat ini kami bersama Satreskrim Polrestabes Surabaya masih melakukan penyelidikan. Dari beberapa saksi kami berhasil memeriksa enam orang, dan termonitor yang membawa senjata tajam ada dua hingga empat orang,” paparnya saat dikonfirmasi, Senin (27/7/2026).
Keributan berlanjut pada Minggu (26/7/2026) dini hari di Jalan Teuku Umar, Surabaya, ketika ratusan anggota perguruan silat menggeruduk markas DC.
Aparat gabungan Polrestabes Surabaya dan Polda Jatim bergerak cepat sehingga bentrokan dapat dicegah. Namun, kelompok DC sempat melakukan aksi balasan dengan mengacungkan senjata tajam ke arah massa (pesilat).
Video amatir berdurasi 2 menit menunjukkan kelompok DC mengacungkan parang ke arah pesilat sebelum dipukul mundur oleh Sat Sabhara Polrestabes Surabaya. Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol. Luthfie Sulistiawan, langsung memimpin pengamanan di lokasi.
“Kami mengupayakan warga yang berkumpul di sini untuk segera masuk ke dalam. Sudah malam untuk istirahat. Karena kalau tidak, makin banyak yang menonton,” ujarnya melalui unggahan akun Instagram (@luthfie.daily). (rus/mar)










