Sementara Perraud cenderung lebih fokus pada serangan, Verdonk memberikan ketangguhan, disiplin taktis, dan keandalan yang dibutuhkan tim di lini pertahanan. Calvin tidak berupaya mencetak gol, melainkan berkonsentrasi pada kerja keras, intersepsi, dan menutupi rekan-rekan setimnya.
Terobosan bersejarah bagi Indonesia
Kesuksesan Calvin Verdonk di Lille memiliki arti yang sangat besar, tidak hanya bagi klub Prancis tersebut, tetapi juga bagi seluruh Indonesia. Bek ini menjadi bagian dari tim Les Dogues yang meraih medali perunggu (18 penampilan di Ligue 1, 26 di semua kompetisi), dan kini memiliki kesempatan untuk mencatat sejarah dengan menjadi pemain timnas Indonesia aktif pertama yang berlaga di Liga Champions.
Bagi sepak bola Asia dan jutaan penggemar di negara kita yang mengikuti setiap langkah Calvin di Prancis, terobosan ini merupakan kemenangan yang sesungguhnya. Mungkin satu-satunya kemunduran yang mencolok musim ini adalah kartu merah yang diterimanya dalam pertandingan bulan November melawan Strasbourg, di mana sang bek masuk sebagai pemain pengganti di menit-menit akhir pertandingan.
Namun, bahkan dalam situasi tersebut, keputusan wasit dapat diperdebatkan, karena ia sebenarnya bisa saja hanya memberikan kartu kuning.
Menuju mimpi baru
Musim 2025–26 telah berakhir, dan Lille patut merasa puas dengan hasilnya. Namun, musim panas ini, klub pasti akan memikirkan cara memperkuat skuad menjelang tantangan besar di turnamen klub terkemuka Eropa. Di Liga Europa musim ini, tim berhasil mencapai babak 16 besar, di mana mereka tersingkir oleh Aston Villa. Mencapai tahap yang sama di Liga Champions akan menjadi pencapaian bersejarah bagi klub.
Kami berharap, di musim baru ini, jutaan penggemar Indonesia akan terus mendukung pemain kami dalam pertandingan Liga 1, serta dalam laga melawan klub-klub terbaik Eropa di Liga Champions. Waktunya tidak lama lagi, namun sampai saat itu tiba, inilah saatnya bersiap menyambut musim baru bersama 1xBet!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




