Anggota Satpolairud Polres Lamongan saat melakukan pencarian nelayan asal Tuban yang dilaporkan hilang di perairan Brondong
LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Seorang nelayan asal Kabupaten Tuban dilaporkan hilang setelah diduga terjatuh ke laut saat melaut di perairan utara Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, Rabu (10/6/2026).
Hingga kini, tim SAR gabungan bersama awak kapal masih melakukan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan.
BACA JUGA:
- Pencari Rumput di Lamongan Ditemukan Tewas Mengapung di Waduk German
- Polres Lamongan Amankan 74 Penggembira Liar Pengesahan PSHT dan Tilang 66 Motor Brong
- 2.057 Personel Gabungan Disiagakan, Kapolres Lamongan Tegaskan Larangan Konvoi Perguruan Silat
- Polres Lamongan Beri Peringatan Keras Oknum Pesilat, Ancam Tindak Tegas Pemicu Kericuhan
Korban diketahui bernama Soliin (40), warga Desa Bulu Jowo, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban. Ia merupakan anak buah kapal (ABK) KM Gunung Baru GT 25 yang tengah melaut untuk mencari ikan.
Kasatpolairud Polres Lamongan, AKP Guntur, membenarkan adanya laporan nelayan hilang tersebut.
Menurut dia, setelah menerima laporan, pihaknya segera berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait guna melakukan pencarian.
"Kami saat ini terus melakukan upaya pencarian dan pemantauan di perairan Brondong, Tunggul dan sekitarnya," ujar Guntur saat dikonfirmasi awak media, Kamis (11/6/2026).
Selain itu, informasi mengenai hilangnya korban juga telah disebarluaskan kepada jaringan komunitas nelayan di Kabupaten Tuban, Lamongan, dan Gresik untuk membantu proses pencarian.
Guntur menjelaskan, sebelum kejadian, KM Gunung Baru GT 25 berangkat dari Pelabuhan TPI Desa Bulu, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, pada Rabu (10/6/2026) sekitar pukul 10.00 WIB menuju perairan Laut Gresik untuk mencari ikan. Kapal tersebut membawa 27 orang yang terdiri atas seorang nakhoda dan 26 ABK, termasuk korban.
Sekitar pukul 14.00 WIB, Soliin masih terlihat berada di atas kapal bersama ABK lainnya. Namun, saat dilakukan pengecekan sekitar pukul 18.00 WIB, korban sudah tidak berada di atas kapal dan diduga terjatuh ke laut di perairan utara Kecamatan Brondong.
Mengetahui korban hilang, para ABK langsung berupaya melakukan pencarian di sekitar lokasi yang diduga menjadi titik jatuhnya korban. Namun, pencarian awal tersebut belum membuahkan hasil.
Selanjutnya, nakhoda kapal bernama Safii segera menghubungi Maftukan selaku pemilik kapal untuk melaporkan kejadian tersebut. Informasi itu kemudian diteruskan kepada pihak berwenang sehingga operasi pencarian dapat segera dilakukan.
Saat ini, Satpolairud Polres Lamongan terus berkoordinasi dengan Satpolairud Polres Gresik, Satpolairud Polres Tuban, BPBD Lamongan, Basarnas Lamongan, serta BKO Polda Jatim dalam upaya menemukan korban.
"Hingga Kamis (11/6/2026), korban masih belum ditemukan. Sementara KM Gunung Baru bersama 26 ABK lainnya masih berada di perairan sekitar lokasi kejadian untuk membantu proses pencarian, " pungkasnya. (van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




