Kinerja DPRKP Perizinan Dapur MBG di Pamekasan Dinilai Lamban, DLH dan Dinkes Sampai Jemput Bola

Kinerja DPRKP Perizinan Dapur MBG di Pamekasan Dinilai Lamban, DLH dan Dinkes Sampai Jemput Bola Ilustrasi (Gemini AI)

Dalam pelaksanaannya, Hariyanto mengapresiasi langkah DLH dan Dinkes Pamekasan yang dinilai responsif dalam membantu yayasan memenuhi persyaratan lingkungan melalui pendekatan jemput bola.

“Sementara ini yang terlihat aktif melakukan jemput bola hanya DLH dan dinkes. Mereka turun langsung membantu proses yang diperlukan,” katanya.

Sebaliknya, ia mengaku belum melihat adanya langkah serupa dari DPRKP untuk mempercepat pemenuhan dokumen yang dibutuhkan oleh dapur-dapur SPPG.

“Untuk DPRKP, sampai saat ini kami masih belum melihat adanya pergerakan yang signifikan dalam mendukung percepatan perizinan,” imbuhnya.

Meski demikian, program di Kabupaten Pamekasan tetap berjalan. Hingga saat ini tercatat sebanyak 129 dapur SPPG telah beroperasi dan melayani kebutuhan pemenuhan gizi masyarakat di berbagai wilayah.

Hariyanto berharap seluruh pihak terkait dapat memperkuat koordinasi dan mempercepat proses perizinan agar keberlangsungan program strategis nasional tersebut dapat berjalan semakin baik dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (dim/van)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO