Ilustrasi
SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax menjadi Rp16.250 per liter mulai 10 Juni 2026 membuat banyak pemilik kendaraan mempertimbangkan beralih ke Pertalite yang masih dijual Rp10.000 per liter.
Dengan selisih harga mencapai Rp6.250 per liter, penggunaan Pertalite dinilai dapat mengurangi pengeluaran, terutama bagi masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi setiap hari. Namun, keputusan beralih dari Pertamax ke Pertalite sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan faktor harga.
BACA JUGA:
- Dukung Distribusi Energi Nasional, KAI Angkut 1,09 Juta Ton BBM pada Januari-Mei 2026
- Lakukan Penyesuaian Harga Pertamax, Pertamina Pastikan Stok BBM di Jatimbalinus Aman
- Harga Pertamax Naik, Warga Kediri Beralih ke Pertalite
- Jangan Kaget! Segera Cek Harga BBM Pertamina di Jatim Per 1 Juni 2026, Ada yang Naik
Penggunaan jenis bahan bakar harus disesuaikan dengan spesifikasi mesin kendaraan, khususnya rasio kompresi yang direkomendasikan pabrikan.
Semakin tinggi angka Research Octane Number (RON), semakin tinggi pula kemampuan bahan bakar menahan tekanan sebelum terbakar di ruang bakar. Karena itu, setiap kendaraan memiliki kebutuhan bahan bakar yang berbeda.
Rasio Kompresi dan BBM yang Harus Digunakan
Secara umum, kendaraan dengan rasio kompresi 9:1 hingga 10:1 masih sesuai menggunakan BBM beroktan RON 90 seperti Pertalite. Sementara kendaraan dengan rasio kompresi di atas 10:1 lebih direkomendasikan menggunakan BBM RON 92 atau Pertamax.
Jika kendaraan yang direkomendasikan menggunakan Pertamax diisi Pertalite, performa mesin berpotensi mengalami penurunan.
Kendaraan dengan kompresi tinggi membutuhkan bahan bakar beroktan lebih tinggi agar proses pembakaran berlangsung optimal.
Sebaliknya, penggunaan BBM beroktan lebih rendah pada mesin berkompresi tinggi dapat memicu gejala knocking atau yang sering dikenal dengan istilah mesin ngelitik. Kondisi tersebut terjadi akibat pembakaran yang tidak sempurna di dalam ruang bakar.
Dalam penggunaan sesekali, dampaknya umumnya tidak langsung terasa. Namun jika dilakukan secara terus-menerus dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat memengaruhi performa kendaraan.
Beberapa gejala yang berpotensi muncul antara lain tarikan mesin terasa lebih berat, akselerasi kurang responsif, suhu mesin lebih cepat meningkat, konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros, hingga timbul suara ngelitik saat kendaraan berakselerasi.
Apakah Efek Terhadap Mesin yang Timbul Akibat Beralih ke Pertalite?
Meski demikian, penggunaan Pertalite sesekali pada kendaraan yang biasanya mengonsumsi Pertamax tidak serta-merta menyebabkan kerusakan mesin.
Para ahli otomotif menilai dampak yang lebih mungkin terjadi adalah proses pembakaran yang kurang optimal sehingga memicu penumpukan kerak karbon secara bertahap. Jika berlangsung dalam waktu lama, kondisi tersebut dapat mempercepat penurunan performa mesin.
Selain memiliki angka oktan lebih tinggi, Pertamax juga dilengkapi aditif yang berfungsi menjaga kebersihan ruang bakar dan sistem injeksi. Kandungan tersebut membantu mempertahankan performa kendaraan tetap optimal.
Sementara itu, Pertalite tidak memiliki kemampuan pembersihan yang seefektif Pertamax. Akibatnya, pembakaran yang kurang sempurna pada mesin berkompresi tinggi dapat meninggalkan residu berupa jelaga atau kerak karbon.
Karena itu, pemilik kendaraan disarankan tetap mengikuti rekomendasi bahan bakar yang tercantum dalam buku manual kendaraan. Jika pabrikan merekomendasikan penggunaan BBM RON 92, maka Pertamax tetap menjadi pilihan yang paling sesuai untuk menjaga performa dan usia pakai mesin.
Sebaliknya, bagi kendaraan yang memang dirancang menggunakan BBM RON 90, penggunaan Pertalite tidak menjadi persoalan dan tetap aman digunakan sehari-hari.
Dengan kenaikan harga Pertamax yang cukup signifikan, beralih ke Pertalite memang dapat menjadi solusi penghematan.
Namun, keputusan tersebut sebaiknya tetap mempertimbangkan spesifikasi teknis kendaraan agar efisiensi biaya tidak mengorbankan performa mesin dalam jangka panjang. (van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





