Bupati Trenggalek Moch.Nur Arifin saat menyaksikan teknologi kondensasi di Gandusari
Bupati Arifin menambahkan, ketika musim kering terjadi maka terdapat 92 hingga 100 desa terdampak, sementara BPBD biasanya kewalahan ketika harus mensuplai air di wiayah terdampak.
Oleh karena itu dengan adanya temuan teknologi kondensasi ini nantinya bisa mensuplai air bagi wilayah terdampak kekeringan.
Mengingat teknologi kondensasi cukup membantu ketersediaan air maka kedepan Bupati Trenggalek telah memproyeksikan anggaran untuk teknologi kondensasi ini.
“Nah besok kita shifting anggarannya, anggaran kita terbatas, kita harus whilst spending membelanjakannya harus bijaksana, daripada kita beli sesuatu untuk yang langsung habis maka anggarannya kita gunakan untuk ini, sehingga bisa memproduksi air sendiri nanti,” terangnya.
Saat ini teknologi kondensasi masih menggunakan tenaga listrik, kedepan akan menggunakan tenaga surya, tujuannya untuk menghemat biaya produksi. (adv/man)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




